Takut Pemer***aan Terbongkar, Ayah Paksa Anak Kandung Lahiran di Rumah hingga Bayinya Meninggal


POS-KUPANG.COM/DION

Seorang gadis asal Desa Hoi, Kecamatan Oenino, Kabupaten TTS berinisial YVT (28) mengandung anak hasil pemer***aan ayah kandungnya, AT(62).

Selama setahun, YVT mengalami penderitaan yang diakibatkan ayah kandungnya.

Bukannya melindungi, AT malah menodai putri kandungnya hingga hamil dan melahirkan anak kembar.

Pertama kali pemer***aan dilakukan AT pada bulan Juli 2020 setahun lalu.

Pemer***aan dialami YVT yang saat itu diminta sang ayah menemani ke sebuah kebun.

Namun permintaan itu hanya akal-akalan AT saja demi melancarkan niat jahatnya kepada sang anak.

Pasalnya, di kebun itulah AT menodai sang putri dengan mengancam menggunakan parang.

“Pelaku paksa korban melayani nafsu bejatnya dengan menggunakan sebilah parang. Jika tak mau mengikuti keinginan pelaku, korban diancam akan dib**uh,” ucap Kapolres TTS, AKBP Andre Librian dikutip TribunJakarta.com.

Tak hanya sekali, perbuatan bejat itu dilakukan pria tua tersebut sebanyak dua kali.

Yang kedua dilakukan Juli 2020 akhir.

“Korban diper***a sebanyak dua kali, kedua kali dilakukan di kebun yang terletak percis di belakang rumah pelaku,” sambungnya.

Akibat pemer***aan tersebut, YVT akhirnya hamil anak ayah kandungnya.

Mirisnya, AT yang khawatir perlakuannya terbongkar enggan membawa YVT memeriksakan kandungan selama hamil.

Hingga akhirnya, YVT melahirkan bayi kembar sekitar pukul 00:30 Wita, Selasa (20/4/2021).

YVT dipaksa melahirkan di rumah tanpa bantuan tenaga kesehatan, hanya dibantu dua adiknya.

Satu anak YVT lahir dengan selamat, sementara satu lagi meninggal dunia karena terlilit tali pusar.

“Anak pertama korban lahir selamat, namun anak kedua yang dilahirkan beberapa saat setelah anak pertama dilahirkan meninggal dunia,” tutur Andre.

Ilustrasi Penc***lan.
Ilustrasi Penc***lan. (Pexels via Kompas.com)

Kasus ini berhasil terbongkar setelah paman kandung korban dan sejumlah anggota keluarga lain curiga dengan kehamilan YVT.

Paman korban lantas melaporkan kecurigaannya ke Polsek Niki-Niki dan Koramil Niki-Niki, Jumat (23/4/2021).

Dikubur di rumah

Salah satu bayi kembar YVT meninggal dunia langsung dikuburkan pelaku di rumahnya.

AT menandai makam bayi itu dengan sebuah batu pelat.

Setelah dilakukan penggalian di kedalaman sekitar 40 CM, petugas menemukan sepasang baju yang membungkus jenazah bayi.

“Jenazah bayi dibungkus dengan sepasang baju lalu dimakam di kedalaman sekitar 40 cm oleh pelaku AT,”

“Pelaku menandai lokasi” ucap Andre.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan oleh dokter dari Puskesmas, diduga bayi tersebut meninggal karena terlilit tali pusar dan tidak ada bekas kekerasan.

Namun, keluarga menolak bayi tersebut diotopsi.

“Pihak keluarga sendiri menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah bayi tersebut dan memutuskan untuk memakamkan jenazah tersebut sesuai adat dan kepercayaannya,” jelasnya.

Kini, pelaku telah ditangkap untuk bertanggungjawab atau tindakannya.

Tersangka dijerat dengan pasal 46 UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dikecam

Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau mengecamkan keras aksi bejat AT, warga Desa Hoi, Kecamatan Oenino yang tega memper***a anak kandungnya sendiri, YVT hingga hamil.

“Kita sangat sesalkan aksi bejat pelaku tersebut,”

“Seorang ayah yang seharusnya melindungi anaknya justru tega memper***a anak kandungnya sendiri,” ungkap Marcu kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (27/4/2021).

Dirinya berharap pelaku bisa dihukum setimpal dengan perbuatannya tersebut.

Dirinya mendukung penuh pihak Polres TTS dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kita apresiasi gerak cepat pihak kepolisian langsung menangkap dan mengamankan pelaku,”

“Kita berharap pelaku bisa dihukum setimpal dengan perbuatannya,” ujarnya.


Like it? Share with your friends!