Simpan Mayat Anaknya 4 Bulan di Rumah, Orangtua Korban Sering Bersihkan Mayat Anaknya Pakai Tisu dan diberi Minyak Wangi


via: zonajakarta.pikiran-rakyat.com

Palingseru.com – “Atas pengaruh dukun ini, ayah ibu korban yakin anaknya akan hidup dan hilang sifat nakalnya,” demikian ungkap Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Setyo Hermawan terkait kasus tewasnya Aisyah, bocah 7 tahun yang ditenggelamkan oleh orangtuanya sendiri, sebagai bagian dari ritual.

Ya, entah bagaimana, M (43) dan S (39), percaya dengan perkataan dua dukun abal-abal, Haryono dan Budiyono, yang mengklaim bahwa Aisyah kerasukan genduruwo, dan harus diobati dengan cara dimandikan kembang bunga serta ditenggelamkan sebanyak empat kali.

Namun bukan kesembuhan yang didapat, Aisyah justru meregang nyawa. Dan ironisnya, dalam kondisi ini, kedua orangtua korban masih terus mempercayai perkataan dua dukun tersebut.

Dimana mereka bisa kembali menghidupkan Aisyah, dan selama itu mayatnya harus disimpan di dalam kamar di kediaman mereka di Desa Congkrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung.

Selama empat bulan lamanya, jasad Aisyah terbujur kaku di atas kasur. Setiap hari, seperti dilansir Tribunwow.com, jasad bocah malang itu dibersihkan menggunakan tisu dan cotton bud. Orangtua korban juga selalu menggunakan pengharum ruangan dan juga kapur barus guna menyamarkan bau mayat korban yang sudah semakin membusuk.

Sampai akhirnya, kakek dan paman korban berkunjung ke rumah karena rindu dengan korban. Di sinilah, perihal kematian korban terkuak.

Kini, orangtua korban beserta dua dukun abal-abal meringkuk di sel tahanan. Mereka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Like it? Share with your friends!