Fadli Zon Singgung Mie Instan di Puncak Rp 54 Ribu; Kenapa Harga Kopi di Starbuck Tak Disoal?


via: suara.com

Palingseru.com – Belakangan ini media sosial dan media online dihebohkan dengan cuitan pengunjung di Puncak Bogor, Jawa Barat yang mengeluh 2 porsi mi instan dikenai tarif Rp 54 ribu.

Berbagai pengguna akun media sosial, baik itu Instagram maupun Twitter, masing-masing memberikan responnya terkait cuitan tersebut. Bahkan anggota DPR RI Fadli Zon juga ikut mengomentari kehebohan tersebut.

Tapi bukan memprotes pemilik warung makan yang dituding warganet lain memanfaatkan kesempatan untuk memeras pengunjung, politikus Partai Gerindra ini justru membandingkan persoalan harga secangkir kopi yang dipatok kedai Starbucks.

“Di Puncak ada pedagang patok 2 Indomie Rp 54.000, heboh dan masuk berita. Tapi tak ada yng persoalkan harga secangkir kopi di gerai st*rbucks? (emoticon tertawa),” tulis dia, Kamis (3/6).

Namun cuitannya itu bukan meredakan kehebohan, justru makin menambah perdebatan sengit di kalangan warganet.

Warganet berpendapat bahwa perbandingan yang dibuat Fadli Zon berbeda jauh.

“Beda pasar om. Yang satu pasarnya sudah siap membayar berapa pun harga secangkir kopi, satunya siap membayar dengan hanya selembar uang kertas dalam dompetnya,” komen warganet, seperti dilansir suara.com.

“Di starbucks jelas ada daftar harganya om, kalau kita sanggup beli ya monggo, kalau nggak keluar cari warkop. Yang di puncak itu kebangetan om masang harganya, mau dagang apa mau ngerampok,” sambung warganet lain.

“Karena starbucks memiliki nilai gengsi yang tinggi, special place dan nyaman. Jadi orang yang beli disitu merasa sepadan. Kalau di tempat pinggir jalan pakai atap saung, kurang bersih dan bukan special place, ya rugi. Orang kan kalau ga beli rasa, beli tempat, dan beli gengsi. Itu,” tambah yang lainnya.

Kalau menurut kamu?


Like it? Share with your friends!