Akibat Cemburu, Pemuda ini Harus Tewas di Tangan Pacar Sendiri


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Ini merupakan perkembangan lanjutan dari kasus pembunuhan seorang laki-laki dalam kondisi hangus terbakar yang ditemukan di Bukit Tinggi, Kecamatan Mallawa, Maros, pada Kamis (10/6/2021) lalu.

Saat korban ditemukan, identitasnya belum diketahui. Hingga kemudian kepolisian menyebarkan sketsa dan rekonstruksi wajah korban di media sosial, dan akhirnya pada Senin (14/6/2021) wanita paruh baya datang ke Polres Maros, mengaku kehilangan anaknya bernama R (20) berdomisili di Kecamatan Sumba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan.

“Ada seorang ibu dari Gowa yang mengaku kehilangan anaknya. Anaknya diketahui meninggalkan rumah sekitar 6 hari yang lalu dan belum kembali sampai sekarang,” terang Kasat Reskrim Polres Maros AKP Nico.

“Dari foto yang dibawa ibu ini, memang ada satu ciri yang sesuai dengan hasil autopsi yang dilakukan Bidokkes. Yakni bentuk gigi depan bagian atasnya berlubang,” tuturnya.

Tidak hanya itu, perawakan R yang tinggi kurus juga mendekati ciri korban. Dan bukti lain yang paling menonjol, yang mengidentifikasikan mayat lelaki itu adalah anak ibu itu adalah sidik jari di KTP.

“Setelah dicocokkan dengan bukti pembanding, didapatkan 12 titik sampel yang identik,” papar AKP Nico.

Dari sinilah fakta demi fakta tewasnya R terungkap.

via: tribunnews.com/Lokasi penemuan jasad R

Dibunuh 9 Orang

R ternyata dibunuh oleh 9 orang, yaitu DAS (19), FS (16), AP (19), AI (17), MAN (16), TH (22), H alias Lala (23), serta MA (19), kekasih sesama jenis korban yang juga otak pembunuhan, dan satu pelaku lain yang masih diburu.

“Para pelaku ada sembilan orang dan berhasil ditangkap delapan orang. Sementara satu orang lainnya masih DPO,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam.

Oleh MA dan teman-temanya, korban dibawa ke rumah pelaku H alias Lala di Jl Sungai Limboto Lorang 45, seusai berkencan di sebuah hotel kawasan Pantai Losari, Makassar.

“Jadi saat menjemput R di rumahnya menuju hotel, pelaku (MA) mengambil ponsel korban dan mendapati chat korban di WhatsApp dengan pria lain. Disitu pelaku cemburu dan melakukan penganiayaan,” Irjen Pol Merdisyam menjelaskan motif dibalik pembunuhan, dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Selama mendapat perlakuan kekerasan beberapa hari, R sempat berupaya kabur namun gagal lantaran didapati L. Dan akibat upaya kaburnya itu, MA semakin emosi hingga melakukan penganiayaan berulang hingga akhirnya korban tewas.

Untuk menghilangkan jejak, MA dan temannya membawa jasad korban menggunakan mobil, tujuan ke Maros untuk dibakar menggunakan cairan bensin. Setelahnya para pelaku melarikan diri ke arah Kabupaten Bone.


Like it? Share with your friends!