Terbongkar Fakta Sebenarnya Sosok Dokter Lois Owien


Nama Dokter Lois Owien membuat heboh media sosial sejak menjadi bintang tamu di sebuah acara yang dipandu Hotman Paris dan Melaney Ricardo.

Dalam acara itu, Hotman Paris mengajukan pertanyaan ke Dokter Lois Owien apakah dia percaya Corona atau tidak. 

Dokter Lois Owien langsung menjawab dengan tegas, “Nggak. Enggak percaya, pak.”

Ketidakpercayaan Dokter Lois Owien terhadap Covid-19 itu sebetulnya sudah lama.

Di Twitter pun dokter Lois (@LsOwien) kerap berkicau mengenai hal-hal yang mengarah bahwa Covid-19 bukan disebabkan virus (Virus Corona) dan tidak menular.

Sejak membuat akun Twitter pada Desember 2020, Dokter Lois Owien memang kerap membagikan pernyataan kontroversial mengenai Covid-19.

Dokter Lois mengaku tak percaya covid-19
Dokter Lois mengaku tak percaya covid-19 (Kolase Tribun-medan.com/Instagram/dr.lois)

Ia menuding bahwa orang yang positif Covid-19 meninggal akibat interaksi obat, bukan karena infeksi SARS-CoV-2.

Dalam pernyataannya di media sosial, dokter Lois Owien menyebut bahwa dirinya tidak mempercayai Covid-19.

Bahkan, dalam pengakuannya di acara TV swasta, dia juga tidak pernah mengenakan masker.

Terkait pernyataan yang kontroversial itu,  Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melakukan pemanggilan terhadap dokter Lois Owien.

Namun, panggilan itu ditolaknya mentah-mentah. Dokter Tirta pun ikut membongkar fakta sebenarnya perihal sosok dokter Lois Owien ini.

Dokter Lois Owien, mengaku akan menolak jika mendapat panggilan dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK)

Menurut dokter Lois Owien, permintaan untuk memberi keterangan mengenai pernyataannya tentang penyebab kematian pasien Covid-19 adalah karena interaksi obat hanyalah pemanggilan belaka.

“Cuma panggilan, saya (akan) tolak, karena ilmu saya mahal,” ujar Lois dilansir Republika, Minggu (11/7/2021).

Dokter Lois Owien mengungkapkan, penolakan itu merupakan bentuk perjuangannya. Dia juga mengutarakan, pemikirannya selalu ditolak oleh Ikatan Dokter Indonesia hingga Kemenkes.

“Saya sudah berjuang sangat keras di dunia nyata untuk membantu IDI dan Kemenkes, tapi ditolak karena mereka sudah punya protokol sendiri (dari) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” katanya.

Dewan Ketahanan Nasional dan Badan Intelijen Negara, menurut Lois, juga sudah mendengar pandangannya soal pandemi Covid-19. Ia mengklaim telah bersurat kepada dua lembaga negara itu pada Mei lalu

Bahkan, menurut Lois, Dewan Ketahanan Nasional serta Sekretaris Utama (Sestama) BIN Komjen Bambang Sunarwibowo juga membantu dirinya untuk menyurati Kemenkes.

Dokter yang menggeluti anti aging itu menyatakan, berencana untuk terus membela pemikirannya soal Covid-19 dan konspirasi di baliknya.

“Hampir semua personal yang saya hubungi paham (kondisi Covid-19). Tapi (ada) kesulitan menjelaskan kepada yang lain,” katanya.

Pada Sabtu malam, 9 Juli 2021, melalui akun Twitter @tirta_hudhi, dokter Tirta menyebut bahwa dokter Lois tidak terdaftar di Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dan STR Lois sebagai dokter tidak aktif sejak 2017.

“Terkait ibu @LsOwien, saya sudah minta izin @PBIDI untuk menyampaikan beberapa hal terkait statement beliau,” tulis dokter Tirta.

Berikut sejumlah hal mengenai dokter Lois yang diungkap dr Tirta berdasarkan informasi yang diperolehnya dari PB IDI.

1. Dokter Lois tidak terdaftar di PB IDI dan STR sebagai dokter tidak aktif sejak 2017.

2. Lois tidak diketahui alamat dan lokasi persis domisilnya. dr Lois juga tidak praktik, tidak menangani pasien COVID-19, dan terlibat sebagai relawan pandemi.

3. PB IDI dan Majelis Kode Etika Kedokteran (MKEK) mengundang dr Lois untuk hadir di Kantor PB IDI Pusat guna mengklarifikasi pernyataan mengenai kematian COVID akibat interaksi obat, anti masker, dan hinaan-hinaan kepada beberapa dokter.

“Undangan sudah disampaikan, harap yang bersangkutan hadir,” tulis Tirta.

4. Segala pernyataan dr Lois bisa dibuktikan secara ilmiah di hadapan para ahli di PB IDI dan MKEK.

“Jadi, harap yang bersangkutan bisa datang dan mempertanggungjawabkan pendapatnya di publik,” tulisnya lagi.

5. Jika pernyataan tidak bisa dibuktikan secara ilmia, Dokter Lois bisa dianggap menyebarkan berita palsu dan kebohongan, dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku

6. Kasus ini diawasi pihak berwajib. dan, pihak berwajib juga menunggu klarifikasi dr Lois.

Dokter Tirta berharap semua pihak tetap fokus pada penanganan pandemi Covid-19, karena Virus Corona nyata dan ada.

“Bahayanya ada dan kita harus senantiasa waspada. Sudahi perdebatan di medsos. Terima kasih,” tulisnya.

Di akhir kicauannya dr Tirta, mengatakan, apabila dokter Lois tidak hadir ke PB IDI minggu depan, maka bisa dianggap tidak bekerjasama dengan baik.

“Sehingga akan sangat mungkin PB IDI akan menempuh jalur hukum jika dirasa perlu,” tulisnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dokter Adib Khumaidi, mengonfirmasikan bahwa Lois akan dimintai keterangan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Di samping itu, ia mengungkapkan, surat tanda registrasi (STR) dr Lois sudah tidak aktif.

“Saya sudah cek, STR dia tidak aktif dari 2017,” ungkap dokter Adib, Sabtu (10/7/2021).

Surat tanda registrasi merupakan syarat melakukan pelayanan dan praktik kedokteran. Dengan ketiadaan surat tersebut berarti Lois yang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia itu tidak bisa melakukan pelayanan.

“Keanggotaan IDI dia juga tidak aktif,” tandas dokter Adib.


Like it? Share with your friends!