Saat PPKM Darurat, Pedagang: Kalau Kami Tak Dagang, Anak Saya Makan Apa, Dia Orang Enak Dapat Gaji


via: kompas.com/Musnah (63) pedagang tas yang terkena dampak PPKM Darurat

Palingseru.com – Akibat pandemi Covid-19 yang tak mereda dan semakin mengganas, masyarakat Indonesia kini harus kembali dihadapkan peraturan baru, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Ya, setelah melewati masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tahun 2020 lalu, kini masyarakat juga harus berjibaku dengan peraturan yang ada, yang jelas semakin menyulitkan ruang gerak masyarakat dalam mencari rezeki.

Abil (35), pedagang casing ponsel di Jalan Jenderal Suprapto (lorong Simpur) turut merasakan dampak dari peraturan tersebut.

Karena PPKM Darurat yang mengharuskan sektor non-esensial tidak beroperasi, dirinya tak bisa memiliki penghasilan. Padahal, ada keluarga di rumah yang harus di nafkahi.

“Kalau kami enggak dagang, anak saya mau makan apa? Dia orang enak dapat gaji, kami ini ya dari sini uangnya,” tandas dia.

Hal yang sama juga dirasakan Musnah (63), pedagang tas yang tempat usahanya diminta untuk tutup oleh petugas yang menggelar razia di Bandar Lampung, Senin (12/7/2021).

“Ya baru tadi pagi disuruh tutup, kami enggah tahu sebelumnya. Mau makan apa kami ini, Pak?” kata Musnah sambil menahan tangis.

Pun demikian dengan Karta (55) kuli panggul di Pasar Tengah. Dia turut merasa sedih dan kebingungan dengan penutupan sejumlah tempat usaha di masa PPKM Darurat, karena dia harus kehilangan sumber mata pencahariannya.

“Sehari paling saya dapat Rp 20.000. Kalau enggak ada yang dagang, saya enggak bisa kerja, gimana caranya saya makan ini?” ucap dia. Demikian mengutip Kompas.com.


Like it? Share with your friends!