Disuruh Tak Jualan Saat PPKM Darurat, Kakek Penjual Mainan ini Diberi Sepeda dan Uang Oleh Polisi


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Petugas gabungan, Satpol PP, Polri dan TNI kini semakin gencar melakukan razia di masa PPKM Darurat.

Namun miris, di tengah pengawalan ketat oleh petugas, justru banyak video-video tak berperikemanusiaan dari petugas tersebar di media sosial.

Dengan alasan memaksimalkan aturan pemerintah, ada beberapa petugas kedapatan bertindak keras kepada para pedagang kecil. Mulai dari mengangkut barang-barang dagang, hingga menghancurkan tempat usaha.

Padahal, mereka hanya sedang berjuang keras mencari nafkah untuk keluarga. Bukan berbuat kriminal maupun mengkhianati negara dengan korupsi.

Meninggalkan kejadian memilukan itu, nyatanya tak sedikit pula petugas yang melakukan penutupan usaha para pedagang secara sopan, halus, bahkan menghadiahkan uang seperti yang dilakukan polisi berhati mulia, Aipda Purnomo (41).

Ya, alih-alih menutup secara paksa atau mengangkut barang dagangan agar pedagang mau menuruti perintah, Aipda Purnomo justru memiliki caranya sendiri yang terbilang sungguh bijak dan manusiawi.

Sadar dengan dampak penutupan usaha, Aipda Purnomo lantas memberikan uang sebesar Rp 5 juta kepada seorang kakek penjual mainan di Kabupaten Lamongan, Kasmadi (75).

Uang itu diberikan kepada Kakek Kasmadi untuk memenuhi kebutuhannya selama PPKM Darurat.

Bahkan tidak hanya uang saja, Aipda Purnomo juga membelikan sebuah sepeda untuk sang kakek karena tak tega mendengar pengakuan sang kakek selalu menjajakan barang dagangannya dengan berjalan kaki dari tempat tinggalnya di Desa Datinawong menuju ke Lamongan Kota, melansir TribunPapuaBarat.com.

“Hari ini sengaja kami borong semua jualan Pak Kasmadi dan kami berikan tambahan modal untuk sementara agar tidak berjualan selama aturan PPKM ini,” kata Aipda Purnomo.

“Kami berikan modal juga sepeda buat Pak Kasmadi agar tidak berjalan kaki lagi saat jualan, kasihan,” tambahnya.

Aipda Purnomo kemudian berpesan kepada seluruh masyarakat untuk saling meningkatkan jiwa tolong menolong, agar bisa meringankan beban antar sesama.

“Di saat seperti ini, kita bisa bangkit asal kita tetap saling membantu dan membuang rasa egois kita, karena kita adalah bangsa Indonesia yang guyup rukun serta gotong-royong,” tuturnya.


Like it? Share with your friends!