Milih Dipenjara 3 Hari Daripada Bayar Denda Rp 5 Juta, Pemilik Warung Kopi Kaget Ditahannya di Lapas


via: kompas.com

Palingseru.com – Asep Lutfi Suparman (23), pemilik kedai kopi di Tasikmalaya, Jawa Barat yang terjaring razia oleh petugas dan dinyatakan bersalah dalam sidang secara virtual khusus pelanggaran PPKM Darurat di Taman Kota Tasikmalaya pada Selasa (13/7) lalu akhirnya memilih untuk dipenjara 3 hari.

Sebelumnya, dari hasil persidangan virtual yang digelar Pengadilan Negeri Tasikmalaya yang dipimpin hakim Abdul Gofur, Asep divonis hukuman denda Rp 5 juta atau subsider penjara 3 hari.

Dalam pilihan tersebut, Asep sudah memutuskan untuk memilih dipenjara daripada membayar denda. Namun oleh petugas, dia diminta untuk mempertimbangkannya terlebih dahulu selama dua hari.

Tapi ternyata Asep memilih untuk tetap pada pendiriannya. Dia bersikukuh untuk lebih memilih dipenjara daripada harus membayar denda karena kondisi perekonomiannya turut terdampak pandemi Covid-19.

Akhirnya, pada Kamis (15/7/2021), Asep dijemput untuk menjalani hukumannya, sesuai pilihannya.

Namun Asep justru dibuat terkejut dengan lokasi penempatan penahanan.

“Saya kaget, ya kaget. Saya kira ditahannya di Polsek atau Polres, tapi ternyata saya ditahannya di Lapas (bersama narapidana berbagai kasus),” ucap dia, sebelum memasuki Lapas, dilansir Kompas.com.

“Tapi saya siap,” tegas dia, melanjutkan.

Semenatara Agus Rahman (56), ayah Asep yang turut mendampingi dan mengantar putranya, mengungkapkan bahwa dirinya beserta keluarga lain sudah memberitahu berkali-kali kepada Asep, untuk membayar denda.

“Saya beberapa kali membujuk anaknya untuk bayar dendanya saja, kita nyediain uang segitu gampang. Tapi, saya bangga dengan keputusan anak saya yang memilih denda kurungan ini. Katanya, uang segitu mending dipakai keperluan lainnya saja daripada dibayarkan ke Negara,” terangnya.


Like it? Share with your friends!