Langgar PPKM Darurat, Penjual Kopi Ini Dijebloskan Ke Penjara Dan Dibotaki, Orangtuanya Tidak Terima Anaknya Diperlkukan Seperti Penjahat


Via : okezone.com

PakingSeru – Asep Lutfi seorang pedagag kopi dipenjara karena melanggar aturan PPKM Darurat. Mengetahui hal ini, sang ayah Agus Suparman (56) tidak terima dan marah karena  anaknya dimasukan ke dalam sel pelaku kriminal dan kepalanya dibotaki.

Agus yang sedang kesal saat itu mendatangi Lapas Kelas II B bersama dengan anaknya. Kemudian, ia menggedor pintu gerbang Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis (15/7/2021) malam. Dirinya yang tidak terima karena anaknya diperlakukan seperti terpidana kasus kriminal pada umumnya pun mengamuk.

Awalnya petugas lapas tidak mengijinkan Agus untuk melihat kondisi Asep Lutfi di dalam lapas. Karena hal ini, Agus kembali marah dan terjadi adu mulut dengan petugas lapas. Namun, akhirnya adik Asep akhirnya bisa masuk untuk mengecek kondisi kakaknya.

Ketika dicek, kondisi Asep berada di sel khusus dan tidk berbaur dengan warga binaan lainnya. Namun, kondisi ini berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan Kepala Lapas pada Kamis (15/7/2021) siang.

“Saya tidak terima, saya menyesalkan sikap petugas lapas yang mencukur kepala anak saya sampai botak. Anak saya bukan pelaku kejahatan atau kriminal, hanya melanggar PPKM Darurat dan dijerat tindak pidana ringan (tipiring),” ujar Agus.

Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya pada Kamis (15/7/2021) siang menjebloskan Asep Lutfi (23) pemilik kedai kopi karena melanggar PPKM Darurat lantaran melayani pelanggan makan minu di tempat. Kemudian, ia diperlakukan seperti pelaku kejahatan kriminal, dikurung selama tiga hari ke depan di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya.

Sebelum masuk ke dalam sel, Asep Lutfi dicukur rambutnya dan memakai baju tahanan seperti warga binaan lainnya. Petugas lapas tidak membedakan antara Asep Lutfi dan warga binaan lainnya meski Asep Lutfi terjerat tindak pidana ringan (tipiring).


Like it? Share with your friends!