Wanita yang Dipukul Satpol PP Bantah Jika Dirinya Disebut Tidak Hamil: Tukang urut yang bilang saya hamil


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Disebut oleh petugas tidak hamil alias gimmick saat disidak dan dilakukan razia PPKM Darurat, Riana (34) selaku korban pemukulan oknum anggota Satpol PP lantas membantah tegas.

Ditemani suaminya, Halim (26) yang juga jadi korban pemukulan dalam razia PPKM Darurat di tempat usaha mereka di kawasan Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, wanita berambut panjang itu mengungkapkan bahwa yang menyebut dirinya hamil adalah tukang urut.

“Sayakan dalam pengobatan. Bisa lihat FB saya dan bulan lalu perut saya memang berbeda dan saya memang tidak ke dokter,” tuturnya.

via: tribunnews.com

Riana mengaku bahwa kehamilannya ini memang tak akan nampak bila diperisakan ke dokter.

“Kalau ke dokter memang tidak bisa, tidak nampak. Bisa buka FB saya tiap bulan perut saya bagaimana, kadang besar dan sebentar kempes.”

“Masalahnya ini pengobatan sendiri pak, memang tidak bisa dijangkau dengan pikiran logika. Iya tukang urut yang bilang saya hamil dan saya sendiri,” ucapnya.

Kehamilannya ini pun diperkuat dengan masa menstruasi yang sudah tak dialaminya sejak tiga bulan terakhir.

Namun karena Riana menolak saat hendak dilakukan USG, petugas medis menyebut dia tidak hamil.

Sementara nasib oknum Satpol PP kini terdengar memilukan. Dia mendapat sanksi berat atas sikap dan tindakannya yang dinilai melanggar aturan.

“Saya tidak mentoleransi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat Pemerintahan Kabupaten Gowa dan saya tegaskan bahwa oknum tersebut akan mendapatkan sanksi berat,” demikian jelas Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, dilansir dari Tribunnewswiki.com.


Like it? Share with your friends!