Demi Kemanusian, Penemu Vaksin Covid Astrazeneca Ini Rela Lepaskan Hak Paten Yang Sebenarnya Bisa Bikin Dirinya Kaya Raya


Via : iNews.id

PalingSeru – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat banyak pihak berlomba-lomba menemukan vaksin yang bisa melawan wabah yang berawal dari China itu. Kini salah satu vaksin yang diharapkan bisa melindungi manusia dari serangan wabah ini adalah AstraZeneca.

Vaksin AstraZeneca ini ditemukan oleh ilmuan perempuan dengan gelar profesor di Universitas Oxford. Ia adalah Glibert lahir di Kota Kettering, Northamptonshire, Inggris, 59 tahun lalu. Gelar yang ia sandang adalah ahli vaksin yang mengkhususkan diri dalam pengembangan vaksin melawan influenza dan patogen virus yang sedang berkembang.

Gilbert menghabiskan waktu berjam-jam di laboratorium untuk melakukan perancangan vaksin. Setiap hari ia bangun pukul 4 pagi  dan bekerja hingga larut malam. Hingga pada 30 Desember 2020, vaksin corona AstraZeneca yang dia kembangkan bersama dengan Oxford Vaccine Group telah disetujui untuk digunakan di Inggris. Kemudian, bulan Februari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan vaksin itu.

Gilbert berhasil meraih berbagai penghargaan dan gelar. Namun karena dirinya memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, maka ia rela melepaskan hak paten atas vaksin Covid yang sudah ia kembangkan bersama Oxford-AstraZeneca.  Hak paten memang menjadi rebutab para kapitalis untuk meraup pundi-pundi uang dengan sebanyak-banyaknya. Karena dengan hak paten itu seorang ilmuwan bisa menjadi kaya raya.

Tetapi Gilbert berbeda. Ia mengesampingkan ambisi itu dan memilih untuk tidak mengklaim sema kekayaan intelektual atas vaksin temuannya. Gilbert berharap dengan dilepasnya hak paten tersebut harga vaksin bisa murah sehingga seluruh lapisan masyarakat bisa mendapatkannya.


Like it? Share with your friends!