Mengajar di Pedalaman Belasan Tahun Guru Honor ini Dapat Hadiah dari Polisi


via: brilio.net

Palingseru.com – Kehidupan dan nasib guru honorer di Indonesia memang tak perlu ditanyakan lagi. Semuanya sungguh-sungguh jauh dari kata “sejahtera“.

Pengabdian, perjuangan serta keringat peluh mereka hanya terbayarkan ratusan ribu rupiah per bulannya. Bahkan, ada beberapa diantaranya yang hanya menerima belasan ribu rupiah saja.

Begitu pula dengan Andik Santoso. Guru honorer yang sudah mengabdi selama 17 tahun di tengah hutan atau di pelosok Jombang, Jawa Timur ini hanya mendapat bayaran sebesar Rp 300 ribu untuk satu bulannya.

Nominal itu jelas tidak dapat menutupi seluruh biaya hidupnya. Apalagi, jarak tempuh dari tempat tinggalnya ke Sekolah Dasar Negeri Jipurapah 2, Kedung Dendeng, Kecamatan Plandaan cukup jauh.

Bahkan Andik sampai harus 9 kali ganti sepeda motor karena sering rusak akibat berhadapan dengan medan tak biasa, seperti dilansir Brilio.net.

Tapi kembali lagi pada kalimat bijak, bahwa sesuatu yang dilakukan dengan ketulusan pasti akan menuai hasil yang luar biasa.

Ya, walau jasa dan pengabdiannya untuk negara dalam mencerdaskan anak bangsa tidak mendapat apresiasi dari pemerintah, tapi kisahnya itu berhasil menarik perhatian dan simpatik sosok polisi baik hati bernama Aipda Purnomo.

Dalam kesempatan bertemu Andik, Aipda Purnomo menghadiahi pahlawan tanpa tanda jasa itu dengan sebuah sepeda motor trail.

via: brilio.net

“Sampean pernah beli sepeda motor yang kayak gitu nggak? Kalau sampeyan tak kasih ini jadi punyanya sampean seneng nggak? Punyanya sampean ini. Rezekinya sampean,” ujar Aipda Purnomo kepada Andik.

Seketika itu juga, Andik sujud syukur di tanah dan kemudian memeluk polisi berhati mulia tersebut.

“Ya Allah, matursuwun Pak. Alhamdulilah. Terharu saya nggak nyangka seperti ini,” ucapnya seraya meneteskan air mata.

via: brilio.net

Rasa haru dan bahagia Andik pun kian menjadi saat Aipda Purnomo menambahkan hadiah yang kali ini berupa uang tunai sebanyak Rp 3 juta.

“Saya tambah lagi uang 3 juta untuk beli sepatu untuk beli tas, beli perlengkapan selama sampean mengajar. Mohon diterima,” kata Aipda Purnomo.

“Ini penghargaan buat seorang guru yang selama 17 tahun dia mengajar di daerah pedalaman tengah hutan. Meskipun dengan gaji Rp 300 ribu, namun mengalahkan semangatnya. Beliau pak guru Andik namanya, asli dari Lamongan namun mengajar di tengah hutan, di daerah pedalaman Jombang.”

via: brilio.net


Like it? Share with your friends!