Ustaz Yusuf Mansur Menjawab Setelah Disebut Sombong Karena Pilih Pilih Pendonor


via: hot.detik.com

Palingseru.com – Pasca didiagnosis hemoglobin (HB) dan eritrosit (sel darah merah) menurun sangat rendah, pendakwah kondang Ustaz Yusuf Mansur lantas harus melakukan upaya pelayanan kesehatan berupa pemberian darah atau tranfusi darah untuk tujuan penyembuhan.

Namun malang, di tengah upayanya berjuang melawan penyakit yang sedang dihadapi, ustaz berdarah Betawi ini malah dihadapi dengan komentar-komentar miring dari netizen.

Hal itu berawal dari unggahan Ustaz Yusuf Mansur tentang ‘Menyatunya Darah’. Buntutnya, Ustaz Yusuf Mansur dicap sombong oleh netizen karena dinilai terlalu pilih-pilih pendonor.

Mendapat tudingan miring, Ustaz Yusuf memberikan klarifikasi. Dalam kesempatan itu, sang ustaz menjelaskan bahwa dirinya memilih empat dari 10 orang yang siap mendonorkan darah. Dimana semua itu merupakan orang terdekat, masih keluarganya dan juga berasal dari para penghafal Alquran, salah satunya Syeikh Baleid, penulis kaligrafi Alquran Kerajaan Maroko dan Yordania, dilansir hot.detik.com.

“Kalau saya hb-nya normal-normal aja nggak mungkin kan (mencari pendonor sendiri), membuka kesempatan pada 4 pendonor darah, secara medis boleh. Kenapa pilih-pilih? Ya nggak pilih-pilih juga. Eh emang diberikan kesempatan itu kalau ada keluarga terdekat ya keluarga terdekat. Kenapa nggak, di sini saya lihat kuasa Allah,” ucapnya.

“Ini mah emang kepengin Allah supaya darah saya nyampur sama darah-darahnya orang saleh. Darah-darah orang-orang yang hapal Alquran, karakter, akhlak, ibadah, amal salehnya jauh daripada saya. Allah tahu saya ini kurang segala-galanya banyak dosa, banyak maksiat, keburukan, kesalahan, jadi Allah mau nempel nih darah orang ke saya supaya jadi baik gitu,” tutur Ustaz Yusuf Mansur lebih lanjut.

Di samping itu, dia juga berkaca dari kisah Dahlan Iskan yang mulai memiliki sesuatu yang ‘baru’ dari dirinya usai melakukan transplantasi hati.

“Saya dengan cerita Pak Dahlan Iskan (setelah) dicangkok hati beliau punya kebiasaan hidup baru, gaya hidup baru, kesukaan-kesukaan baru, hobi-hobi yang baru, karena dapat hati orang yang baru yang dicangkok kepada beliau. Dia yakin ada kebiasaan pemilik (hati) lama yang menurun kepada beliau, belum lagi cerita-cerita lainnya,” bebernya.


Like it? Share with your friends!