Putus Sekolah Karena Tak Punya Biaya, Bocah di Sukabumi ini Pilih Untuk Berjualan Gorengan


via: news.detik.com

Palingseru.com – Salma Fauziah, bocah 13 tahun di Sukabumi ini terpaksa mengubur dalam-dalam keinginannya untuk bisa lanjut ke jenjang SMP seperti teman-temannya.

Hal ini disebabkan terhalangnya biaya. Nurjanah (53), ibu sambungnya mengaku pekerjaan suaminya atau ayah kandung Salma sebagai sopir angkot membuatnya kelimpungan mengabulkan keinginan Salma.

“Masuk sekolah juta-juta, maklum bapaknya sopir angkot. Kena dampak pandemi, bapak masih nyopir. Jalan juga hanya buang bensin,” ujarnya.

“Untuk ijazah SD saja saya menceritakan kondisi keluarga setelah terdampak pandemi. Alhamdulilah kepala sekolah tempat anak saya sekolah bisa mengerti dan akhirnya ijazah diberikan,” terang Nurjanah, dilansir news.detik.com.

Nurjanah sendiri sudah berusaha mencarikan sekolah untuk Salma. Dia bahkan langsung bergegas mendatangi sekolah yang diklaim ‘gratis’.

“Saya coba kemana-mana, ternyata pakai biaya semua. Sampai-sampai terakhir sudah diambil fotokopi ijazah, KTP orang tua, KK, sampai ada di Sukabumi tetangga teman, katanya harus sambil pesantren. Ternyata pakai biaya juga, bahkan lebih besar, masuknya Rp 5 juta, belum per bulan,” ungkap Nurjanah.

Karena inilah, Salma yang seharusnya sudah duduk di bangku SMP beralih menjadi penjual gorengan berdasarkan kemauannya sendiri, sebab selama duduk di bangku Sekolah Dasar Salma sudah terbiasa membawa gorengan ke sekolahnya untuk dijual.


Like it? Share with your friends!