Warung Kopi Milik Korban Penganiayaan Oleh Satpol PP di Kabupaten Gowa Kini Ditutup Karena Dituding Serobot Makam Pahlawan


via: kompas.com

Palingseru.com – Belum selesai kasus penganiayaan dan tuduhan klaim kehamilan palsu, pasangan suami-istri (pasutri) di Gowa, yakni Nur Halim (26) dan Riana (34) kini kembali dihadapi kasus baru dengan tidak adanya izin pendirian warung kopi milik mereka yang sempat terjaring razia oleh petugas Satpol PP dalam PPKM Mikro.

“Kami telah cek di NIB (nomor izin berusaha) dan OSS (online single submision) dan data warung kopi tersebut belum ada,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Gowa, Indra Setiawan Abbas.

Tempat berdirinya usaha warung kopi pasutri itu bahkan masuk dalam lahan milik negara, dan berdirinya tugu pahlawan dan empat makam pahlawan kemerdekaan.

“Di sana ada tugu pahlawan dan makam pahlawan yang sekarang berubah menjadi warung kopi tapi kami belum ambil tindakan untuk mengembalikan fasilitas sosial tersebut sebagaimana mestinya,” jelas Indra, dilansir Kompas.com.

Atas hal itu, warung kopi milik Halim dan Riana ditutup karena dianggap telah menyerobot lahan milik negara. Namun tudingan ini justru dibantah oleh Riana.

“Kami tidak melakukan penyerobotan buktinya tugu masih berdiri. Sejak awal kok tidak pernah dirawat, ini tugu lihat saja catnya sudah usang,” kata dia.

“Saya heran warung kopi ini sudah berdiri sejak sepuluh tahun lalu dan kenapa baru dipertanyakan semua tentang izin dan lahannya,” lanjutnya.


Like it? Share with your friends!