Pengurus Masjid Cek Cctv, Terbongkar Perlakuan Tak Senonoh Marbot Ke Anak-Anak


Via : suara.com

PalingSeru – KR seorang marbot masjid yang ditangkap polisi karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kota Makassar. Aksi pencabulan itu dilakuan KR di dalam sebuah masjid dan terekam kamera CCTV.

Kepala Unit Polrestabes Makassar Iptu Muh Rivai mengatakan bahwa aksi pelaku terbongkar setelah panitia masjid membuka rekaman CCTV pengawas atau CCTV yang berada di lokasi kejadian. Dari laporan yang diterima, pelaku sudah melakukan perbuatan tidak senonoh itu sejak April hingga Juli 2021 dan korbannya sudah berjumlah 8 orang.

“Di dalam mesjid. Mungkin nanti ketahuan itu setelah panitia masjid membuka CCTV. Baru ketahuan di situ,” kata Rivai kepada wartawan, Selasa 17 Agustus 2021.

Via : suara.com

“Kalau korban saat ini ada delapan orang. Cuma baru empat orang yang kita periksa kemarin karena yang empat lagi ini masih trauma. Jadi mungkin besok baru dijemput lagi kalau orang tuanya mau. Karena yang begini tidak bisa juga dipaksa,” jelas Rivai.

Sebelum beraksi, pelaku memberikan uang kepada korban untuk menutupi aksi jahatnya itu. Dengan modus memberikan uang dengan jumlah bervariasi. Namun, aksi bejatnya itu terbongkar setelah panitia membuka rekaman CCTV. Kemudian, pelaku ditangkap polisi pada Minggu 15 Agustus 2021.

“Kalau modusnya itu. Sebelum dia anu. Dia (pelaku) kasih uang anak-anak korbannya. Dia kasih uang Rp 10 ribu, Rp 20 ribu. Bervariasi. Tanggal 15 diamankan dia. Diamankan dari Polsek Panakkukang karena itu hari mau diamuk massa terus diserahkan (ke Polrestabes) tanggal 16 Agustus,” terang Rivai.

Rivai membantah tentang informasi yang mengatakan bahwa korban berjumlah 16 orang. Kini kasus ini masih diselidiki oleh pihak polisi karena emungkinan masih ada korban lain yang belum terungkap. Atas perbutannya, kini pelaku dijerat engan Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

“Terus itu bukan 16 orang (korban), sempat ada bahasa 16 orang, itukan sebelum diserahkan di Polrestabes. Itukan sempat dibawa ke P2TP2A. Sempat diperiksa psikolog di situ, terus kesimpulannya dari psikolog dia bilang biasanya kalau delapan orang itu biasanya dua kali lipat. Makanya ada bahasa 16 orang. Ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimalkan 15 tahun,” tambah Rivai.


Like it? Share with your friends!