Viral Video TNI Hajar Warga di Buleleng Bali, Dandim: Kepala saya dipukul dari arah belakang oleh salah satu warga


via: kompas.com

Palingseru.com – Lagi, rekaman video merusak citra aparat negara beredar luas di media sosial. Terlihat sejumlah oknum prajurit TNI melakukan tindak kekerasan terhadap seorang warga sipil di Buleleng, Bali.

Tidak diketahui bagaimana kondisi terkini dari korban kekerasan tersebut. Apakah mengalami cedera, luka ringan atau luka serius hingga membutuhkan penanganan medis.

Namun di sisi lain, Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto menegaskan, bahwa apa yang dilakukan anggotanya itu adalah suatu bentuk pembelaan.

“Kepala saya dipukul dari arah belakang oleh salah satu warga di sana. Melihat saya selaku komandan Kodim dipukul, anggota saya yang sedang melakukan tugas langsung bereaksi. Akhirnya dipukul lah orang itu,” jelas Letkol Inf Windra saat dihubungi, Senin (23/8).

Sementara keberadaannya dengan anggotanya di lokasi kejadian, tepatnya di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, saat itu adalah untuk keperluan tracing dengan menggelar swab test antigen di desa tersebut, setelah mendapat laporan adanya 27 warga terkonfirmasi positif Covid-19 dan dua diantaranya meninggal dunia, demikian mengutip Kompas.com.

“Dari 104 yang kami testing, kami mendapatkan 4 orang yang terkonfirmasi positif, dan langsung kami tindak lanjut dengan memanggil keluarganya tracing, kemudian mengantarkan ke isoter Kabupaten Buleleng,” ungkap Letkol Inf Windra.

Selama kegiatan tersebut, anggotanya bertugas melakukan penyekatan jalan dan mengarahkan ke petugas swab.

Di saat inilah, sekitar pukul 11.00 Wita, sepasang remaja laki-laki berboncengan satu sepeda motor menabrak salah satu anggotanya karena menolak dihentikan dan merasa terganggu oleh petugas TNI yang mengarahkannya untuk ikut tes swab.

“Oleh petugas dikejar untuk dikonfirmasi, terus yang bersangkutan menyampaikan ‘kalian kenapa menghalangi jalan kami’,” kata Letkol Inf Windra.

Selanjutnya, orangtua kedua remaja itu datang ke lokasi dan berusaha menarik anaknya agar tidak dilakukan tes swab.

“Disaat itulah saya yang berusaha mengarahkan orangtuanya, dipukul kepala saya dari arah belakang oleh sala satu warga di sana,” lanjut Letkol Inf Windra menerangkan ihwal kejadian.

“Jadi sebenarnya pemicu kenapa anggota TNI itu dipukul, karena saya komandan Kodim Buleleng dipukul dari belakang kepalanya. Dan itu dilihat oleh petugas,” ujarnya kembali menegaskan terkait video viral yang dianggap tidak sesuai fakta kejadian, karena sudah terpotong dan kurang lengkap.


Like it? Share with your friends!