Gara Gara Sakit Hati Anaknya Suka Keluar Dengan Cowok Jadi Motif Ayah Perkosa 2 Putri Kandung Di Jombang


Via : INDOZONE.ID

PalingSeru – Pria inisial HRS (36) ditangkap jajaran Polres Jombang karena kasus pemerkosaan terhadap dua putri kandungnya yang dilakukan di kediaman mereka di Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pria yang bekerja sebagai tukang parkir itu dialporkan oleh istrinya sendiri, SUM (37).

Dari hasil pemeriksaan, HRS melakukan pemerkosaan terhadap kedua putrinya yang masih di bawah umur. Ia juga mengaku jika sering melakukan perbuatannya itu malam hari saat snag istri sedang tertidur pulas. Hubungan rumah tangga HRS dan SUM selama ini berjalan harmonis.

“Karena anak saya sering keluar sama anak laki-laki. Saya khilaf pak dan merasa sakit hati,” kata HRS kepada wartawan, Rabu (1/9/2021).

Alasan HRS melakukan perbuatan bejat itu lantaran ia khilaf dan merasa sakit hati karena sang putri sering diajak keluar oleh teman laki-lakinya. Karena ia tidak rela akan hal tersebut, HRS akhirnya melakukan hubungan seks itu. Ia juga mengancam sang putri tidak akan memberi uang jajan jika menolak ajakannya itu.  

Via : INDOZONE.ID

“Untuk melancarkan modusnya, pelaku mengancam tidak akan memberi uang jajan dan tidak menyekolahkan korban jika tidak mau melayaninya,” kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang, Ipda Agus Setiyani.

Namun, aksi bejat HRS ini terungkap saat SUM memergoki HRS yang baru saja keluar dari dalam kamar putri sulungnya hanya dengan menggunakan sarung pada Sabtu (14/8/2021) sekitar pukul 04.30 WIB. Melihat hal tersebut, kemudian SUM yang saat itu sedang memasak di dapur langsung menanyai sang anak. Putri sulungnya pun mnegkau telah diperkosa oleh ayah kandungnya.

HRS sudah melakukan aksi bejatnya itu sejak 2018 lalu. Awalnya ia memperkosa putri sulungnya yang saat itu masih berusia 14 tahun yang sekarang sudah berusia 16 tahun. Tidak puas dengan memperkosa putris ulungnya berulang kali, HRS kemudian juga memperkosa putri bungsunya yang berusia 14 tahun.

Atas perbuatannya, HRS dikenakan Pasal 81 ayat (2) ayat (3) dan ayat (5), Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2006 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan hukuman kebiri. 


Like it? Share with your friends!