Sebelum Cabuli Santriwatinya Si Ustaz Berucap ‘Sama Guru Harus Nurut Tak Boleh Bantah’


via: news.detik.com

Palingseru.com – Diawali tenaga pendidik, berujung pencabulan. Inilah perbuatan bejat SM (34), pelaku pelecehan seksual yang berlindung dibalik statusnya sebagai seorang uztas di Trenggalek.

Dikutip news.detik.com, Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Arief Rizky Wicaksana mengungkapkan bahwa aksi pencabulan yang dilakukan SM terhadap santriwati ini dimulai sejak tahun 2019, dan telah menyasar pada 34 santriwati.

“Tersangka menjadi guru atau pendidik di pondok pesantren mulai tahun 2017. Tapi dia mulai melakukan perbuatan pencabulan kepada santriwati mulai tahun 2019, jadi sudah tiga tahun berjalan,” kata AKP Arief.

“Dari pengakuan korban maupun pelaku sudah klop, ada 34 santriwati yang menjadi korban. Para korban masih di bawah umur,” tambahnya.

Di setiap aksinya, SM memanfaatkan jabatannya sebagai guru di pesantren, untuk kemudian memanggil santriwati yang menjadi incarannya seolah-olah ada keperluan. Padahal sebenarnya, pelaku hanya berpura-pura dan akan menjebak korban untuk dibawa ke tempat sepi agar leluasa melakukan aksi bejatnya tersebut.

“Jadi SM, biasanya menyampaikan kalimat ‘Kalau sama guru harus nurut, tidak boleh membantah’,” jelas AKP Arief.

Kini, warga Kecamatan Pule ini sudah diamankan dan bersiap menerima sanksi pidana atas perbuatannya tersebut.

Dan untuk mengembangkan kasus, Satreskrim Polres Trenggalek membuka posko pengaduan bagi korban, sebab baru satu korban yang melaporkan perbuatan pelaku.

“Kami mendorong para korban yang mau melaporkan untuk datang ke Polres Trenggalek atau menghubungi UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak),” tutup AKP Aries.


Like it? Share with your friends!