Istri Preman yang Hajar Ibu Pedagang Nangis, Mengadu ke Jokowi Minta Keadilan


via: merdeka.com

Palingseru.com – Runyam dan makin panjang. Kasus penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan seorang preman bernama Beni alias BS terhadap seorang ibu pedagang kaki lima di Pasar Gambir Tembung, Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (6/9/2021) lalu kini semakin banyak menimbulkan fakta tak terduga.

Selain korban Liti Wari Iman Gea alias LW yang balik menjadi tersangka, baru-baru ini mencuat video seorang wanita berjilbab menjelaskan kronologi kejadian. Wanita itu tak lain istri dari Beni alias BS.

Dalam kesempatan itu, dengan didampingi kedua anaknya yang diblurkan wajahnya, istri BS menceritakan kronologi kejadian sembari menangis. Dia mengaku bahwa suaminya lah yang menjadi korban karena menerima sejumlah pukulan, baik dari ibu Gea, suaminya dan juga anaknya yang masih di bawah umur (15 tahun).

via: merdeka.com

“Awalnya, suami saya minta tolong untuk menggeser becak dari suami ibu Gea. Di saat kondisi saat itu macet. Tapi, respons suami ibu Gea langsung geber-geber dan ibu Gea marah-marah. Suami saya sempat bertanya, ‘kenapa marah?’. Ibu Gea langsung meludahi suami saya, menarik baju dan tas suami saya. Bahkan, anaknya keluar ikut memukul suami saya dengan kayu,” terangnya, dilansir dari Merdeka.com.

Karena itu, ia meminta keadilan untuk suaminya yang telah difitnah sebagai preman yang melakukan pungutan liar atau iuran lapak.

Sang istri bahkan sampai meminta mohon kepada orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo.

“Buat pak Jokowi, tolong bantu kami pak. Kami hanya korban, bukan tersangka. Belum pernah suami saya melakukan seperti itu pak. Saya harap bantuan kepada kami pak, berilah keadilan untuk suami saya. Saya harus menafkahi anak-anak saya,” tuturnya berurai air mata.

via: merdeka.com

Tak hanya kepada Presiden, istri Beni alias BS juga meminta pertolongan aparat kepolisian di wilayahnya.

“Kepada bapak Kapolda, bapak Kapolres, bantulah cari keadilan untuk suami saya. Saya minta bantuan ini. Kami menyewa rumah cuma bulanan, anak-anak pada sekolah semua. Kek mana saya nak cari biaya untuk itu semua. Untuk nyari makan saja saya capek pak nyarinya, betul saya enggak sanggup pak, betul enggak sanggup menjalani hidup seperti ini,” lanjutnya menangis.


Like it? Share with your friends!