Sering Diganggu Preman Tapi Lapor Polisi Dicueki, Pemilik Kafe Ini Akhirnya Pilih ‘Ngadu’ Ke Kapolri


Via : merdeka.com

PalingSeru – Beredar video pengeroyokan seorang pria di depan kafe oleh kelompok preman yang sering nongkrong di kafe sekitar Kopitiam YS ruko mitra junction, kota Batam, Kepulauan Riau. Pemilik kafe mengadu ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabow berharap agar mendapat tindakan tegas.

Karena merasa dirugikan dan dianiaya oleh para preman, pemilik kafe juga telah melapor ke sejumlah kantor polisi, di antaranya Polsek Batam Center, Polresta Barelang, dan Polda Kepri. Namun, ia hanya diberikan surat ‘Permintaan Keterangan’ dan laporannya tidak ditindak lanjuti.

Via : merdeka.com

Akun Facebook Zhang Ya Li Li mengunggah sejumlah foto dan video dari kamera pengawas. Foto dan video tersebut merupakan bukti pengeroyokan dan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh sekelompok preman.

Perilaku preman itu sudah dilakukan sejak lama hingga mengakibatkan kerugian bisnis pada kafe itu. Namun, kasus itu tidak dihiarukan oleh pihak kepolisian. Hingga akhirnya, sang pemilik kafe mengadu kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar bertindak tegas dan tidak terulang kembali.

Via : merdeka.com

“Saya memohon kepada bapak (Kapolri) dan jajaran bapak untuk memberi perlindungan kepada kami bahwa ada sekelompok preman yang sering mengganggu di tempat usaha kami di Kopitiam YS ruko mitra junction, kota Batam, Kepulauan Riau,” tulisnya dalam surat terbuka.

“Jadi kami mohon kepada bapak kapolri kemana lagi kami minta perlindungan hukum. Kami merasa terganggu dan teraniaya dengan kehadiran sekelompok preman dan merugikan kami,” imbuhnya.

Pemilik kafe sudah melaporkan kasus ini sejak lama. Ia meminta perlindungan hukum ke Polsek Batam Center, Polresta Barelang, dan Polda Kepri agar para tamu tidak diganggu oleh para preman.  Tidak hanya itu, saat ia membuat laporan ia malah tidak ada pidana yang mampu mengikat para preman.

Via : merdeka.com

“Sehubungan hal tersebut kami sudah melaporkan baik di Polsek Batam Center, Polresta Barelang, dan Polda Kepri. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan bahkan sekelompok preman tersebut makin sering mengganggu di tempat usaha kami seolah-olah mereka tak takut dengan hukum,” terangnya.

“Setiap melapor ke kantor Polisi, selalu dijawab tidak ada pidananya. Kami masyarakat tak tau dengan pasal-pasal KUHP yang bisa dikenakan bagi kelompok preman yang mendatangi tempat usaha kami,” sambungnya.

Via : merdeka.com

Terlihat dalam kamera pengawas kafe, segerombolan pria duduk bercengkerama. Para preman itu dengan santai dudu dan maka sambil mengobrol hingga berjam-jam. Selain itu, mereka juga tidak segan membuang sampah sembarangan hingga meja dan kursi berantakan.

“Kami sudah dirugikan oleh mereka (preman), karena tak ada yang berani datang ke kafe kami. Karena mereka datang beramai-ramai dan duduk di dalam kafe hingga berjam-jam lamanya hingga tutup,” tulisnya.


Like it? Share with your friends!