3 Petani ini Mengaku Anggota Interpol dan Digaji Rp 9 Juta Perbulan Walaupun Gajinya Tak Pernah Cair


via: okezone.com

Palingseru.com – Tiga warga Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik, Jawa Timur diamankan karena mengaku-ngaku sebagai anggota interpol Task Force Internasional Indonesia.

Mereka adalah Rio Anggara (24), Suhardi (47), dan Suko Hariyono (52).

Dengan adanya seragam lengkap hingga kartu anggota, membuat mereka begitu kukuh menjadi bagian dari satuan interpol tersebut.

“Saya punya seragamnya, ada kartu anggotanya. Nama saya tercatat dalam sana. Ini perjuangan, bukan lembaga abal-abal kalau saya bagian dari interpol,” Suko Hariyono menegaskan kepada penyidik di Koramil Kedamean, Rabu (27/10), dilansir news.okezone.com.

Padahal, semua itu adalah tipu daya alias penipuan dari organisasi interpol gadungan yang telah merekrut mereka serta warga lainnya. Dimana mereka diminta membayar pendaftaran sebesar Rp 1 juta hingga lebih, yang kemudian diberikan seragam, sepatu serta kartu anggota.

Dan oleh organisasi interpol gadungan yang sedang dalam penyelidikan petugas, mereka dijanjikan gaji sebesar Rp 9 juta per bulan, tetapi nyatanya belum pernah cair sampai saat ini.

Mereka juga tak pernah benar-benar melakukan tugas yang berkaitan kemiliteran, melainkan menjadi petani di keseharian.

Kasus ini pun membuat petugas geleng-geleng kepala. Tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang dilanjut proses hukum.

“Iya sempat diamankan. Kemudian kami lepaskan karena tidak ada unsur pidana. Tapi selanjutnya kami minta wajib lapor agar selalu terpantau,” ungkap Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro.


Like it? Share with your friends!