Aspidum Kejati Jabar Diperiksa, Buntut Istri Dituntut 1 Tahun Penjara Gara-Gara Marahi Suami Pulang Mabuk


Via : Kompas.com

PalingSeru – Menjatuhkan hukuman1 tahun penjara kepada seroang istri yang memarahi sang suami pulang mabuk, Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jaw Barat (Aspidum Kejati Jabar) kini ditarik ke Kejagung RI untuk diperiksa Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung RI. 

“Khusus terhadap asisten tindak pidana umum kejaksaan tinggi Jawa Barat untuk sementara ditarik ke kejaksaan agung guna memudahkan pemeriksaan fungsional oleh jaksa agung muda bidang pengawasan,” kata Leonard Eben Ezer dalam keterangannya, Senin (15/11/2021), seperti dikutip dari TribunJabar.id.

Leonard menjelaskan bahwa ia menduga para jaksa yang bertugas tidak memiliki sense of crisis dalam menuntut perkara tersebut. Ia juga mengatakan bahwa proses tuntutan dinilai melanggar beberapa arahan pimpinan Kejaksaan Agung RI.

“Temuan hasil eksaminasi khusus itu adalah proses prapenuntutan sampai penuntutan yang dilakukan baik dari Kejaksaan Negeri Karawang dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan,” jelas Leonard.

Ibu bernama Valencya (40) di karawang, Jawa Barat menjadi tersangka karena memarahi suaminya yang pulang dalam kondisi mabuk. Ibu dua anak itu dianggap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis.

“Suami mabuk-mabukan istri marah malah dipidanakan. Ini perhatikan para istri, ibu-ibu se-Indonesia, hati-hati, tidak boleh marahi suami kalau suaminya pulang mabuk-mabukan. Harus duduk manis nyambut dengan baik, marah sedikit bisa dipenjara,” kata Valencya usai persidangan di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (11/11/2021).

Valencya dituntut melanggar Pasal 45 ayat 1 junto Pasal 5 huruf Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Kini terhitung sejak 11 Januari 2021, ia sudah ditetapkan sebagai tersangka.


Like it? Share with your friends!