Pencuri Menangis Sesenggukan Usai Korbannya Berikan Santunan dan Cabut Laporan karena Kasihan


Tersangka pencurian AS (kiri) mendapatkan maaf dan bantuan sembako dari korbannya, di Kantor Polsek Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (26/11/2021).(Dok Polsek Srono)
Tersangka pencurian AS (kiri) mendapatkan maaf dan bantuan sembako dari korbannya, di Kantor Polsek Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (26/11/2021).(Dok Polsek Srono)

Seorang pencuri di Kabupaten , Jawa Timur berinsial AS menangis sesenggukan.

Bagaimana tidak, setelah melakukan pencurian di sebuah gudang, pemilik gudang yang menjadi korban, justru memberinya santunan.

Hal tersebut lantaran korban bernama Edi Prayitno (50) itu mengetahui sulitnya kondisi perekonomian pelaku yang harus menafkahi keluarganya

“Anehnya memang unik, setelah kita tangkap pelakunya, korbannya malah tidak menuntut, malah merasa kasihan, merasa iba,” kata Kapolsek Srono, Iptu Junaidi, Jumat (26/11/2021).

Pelaku menangis ketika sempat dipertemukan dengan korban.

“Saat dilakukan mediasi, tersangka dan keluarganya menangis sesenggukan, berterima kasih, berjanji tidak akan mengulangi,” ungkapnya.

Kasus tersebut bermula ketika pemilik gudang bernama Edi Prayitno itu melintas di gudang miliknya di Wonosobo, Kecamatan Srono.

Dia terkejut lantaran melihat seorang pria mengikat kompresor pendingin udara (AC) dan potongan besi ke atas motor.

Aktivitas itu dilakukan tepat di depan gudang miliknya.

Kecurigaannya bertambah saat melihat pintu gudangnya dalam kondisi terbuka.

Dia kemudian mendekati dan bertanya asal barang itu pada pria tersebut.

Namun, jawaban yang diterimanya tidak jelas.

Edi lalu mencoba mengecek ke dalam gudang. Dia melihat kompresor pendingin ruangan dan potongan besi miliknya senilai Rp 1,5 juta telah hilang.

Lantaran pelaku kabur, korban pun melapor ke polisi.

Cabut laporan dan beri pelaku santunan

Pelaku yang berinisial AS kemudian langsung ditangkap pada hari itu juga dan ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah bertemu dengan korban, Edi pun mengetahui kesulitan ekonomi yang dialami oleh pelaku.

Tak hanya mencabut laporan ke polisi, Edi juga memberikan santunan tunai serta sembako pada tersangka.

Polsek Srono pun mendukung langkah restorative justive sesuai arahan Polresta .

“Lalu dia (kroban) mengatakan lebih baik dibina, selama pandemi mungkin ekonomi cukup susah sehingga dia (pelaku) berpikir seperti itu,” kata Junaidi.

Di hadapan korban, tersangka menangis, mengakui kesalahannya, serta berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.


Like it? Share with your friends!