Siskaeee tampak menggunakan hijab berwarna hitam dan menunduk saat digelandang ke Polda DIY


Siskaeee berhijab saat digelandang ke kantor polisi (Foto: tangkapan layar)
Siskaeee berhijab saat digelandang ke kantor polisi (Foto: tangkapan layar)

 Perempuan berjilbab merah muda dan seorang lelaki berambut gondrong berjalan cepat di antara penumpang kereta di salah satu peron Stasiun Bandung, Jawa Barat. Tak ada yang tahu keduanya merupakan anggota polisi dari Polrestabes Bandung.

Keduanya pun langsung menghentikan seorang perempuan memakai jaket biru berbaju dan bermasker hitam dengan temannya yang berhijab putih. Dia adalah Siskaeee dan temannya yang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Itu laptopnya siapa mbak,” tanya lelaki berambut gondrong itu.

“Saya,” timpal temannya Siskaeee.

Di sisi lain, polwan yang berjilbab itu langsung memeriksa isi tas dari Siskaeee. Perempuan yang kini sudah menjadi tersangka video asusila itu tampak tak melakukan perlawanan dan menuruti permintaan pemeriksaan yang dilakukan polisi.

Penangkapan Siskaeee dan seorang temannya itu juga disaksikan oleh seorang petugas di Stasiun Bandung.

Selanjutnya Siskaeee langsung dibawa menuju ke salah satu ruangan yang ada di Stasiun Bandung.

Kemudian, Siskaeee diserahkan ke anggota dari Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda DIY lalu dibawa dengan mobil Avanza berwarna hitam.

Saat dibawa ke Polda DIY, perempuan yang dikenal dengan video tak senonohnya itu tampak menggunakan hijab.

Siskaeee tampak menggunakan hijab berwarna hitam dan menunduk saat digelandang ke Polda DIY. Tak ada satu pun pernyataan perempuan yang kerap melakukan aksi eksibisionisme yang dibagikan ke media sosial (medsos) itu.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap tersangka S dilakukan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda DIY.

“Status S saat ini sudah menjadi tersangka. Pemeriksaan dilakukan di Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda DIY dengan didampingi oleh pengacara yang telah disiapkan,” kata dia.

Menurut pengakuan tersangka, lanjut Yuliyanto, perekaman aksi tak terpuji tersebut bukan hanya dilakukan di Bandara YIA, namun di beberapa lokasi di Yogyakarta.

“Ada beberapa lokasi di Yogyakarta yang dijadikan tempat tersangka S untuk melakukan aksinya selain yang di Bandara YIA,” ujar dia.

Yuliyanto mengatakan pada saat ditangkap di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu 5 Desember 2021. Saat itu, pelaku baru saja turun dari kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.


Like it? Share with your friends!