Komnas Perempuan Beberkan Alasan Bripda Randy Tolak Menikahi Novia Hingga Akhirnya Ditemukan Tewas Di Kuburan Ayahnya


Via : INDOZONE.ID

PalingSeru – Motif bunuh diri yang dialami Novia Widyasari yang diduga mendapatkan tekanan dari kekasihnya, Randy Bagus untuk mengaborsi janinnya sebanyak 2 kali yakni pada kandungan hitungan mingggi (2020) dan pada usia 4 bulan (2021). Ia meninggal di samping makam ayahnya.

Karena perbuatannya itu, Bripda Randy sudah ditahan di Polda Jawa Timur dan akan dikenakan kode etik Kepolisian pasal 7 & 11 & pasal pidana Pasal 348 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun. Namun, kemungkinan Randy akan dijerat dengan pasal lain.

Sebelum meninggal dunia, pada Agustus lalu Novia sempat mengadukan hal ini ke Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Ia melakukan pengaduan secara daring tengah malam.

Kemudian, pada awal November pihak Komnas Perempuan baru berusaha menghubungi Novia. Pada saat inilah Novia menjelaskan semua masalah yang ia alami. Ia juga mengirimkan bukti kekerasan yang ia alami selama 2 tahun bersama Randy.

 Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi mengatakan bahwa alasan Randy tidak mau bertanggung jawab dan menolak untuk menikahi korban karena masih ada kakaknya yang belum menikah dan mempertimbangkan karirnya.

“Korban meminta penyelesaian, dengan meminta menikah juga meminta pelaku pada orangtua pelaku untuk menikah pada bulan Agustus 2021, itu ditolak dengan alasan masih ada kakak perempuan dan juga mempertimbangkan karir dari pelaku,” ujar Siti, Senin (6/12).

Saat korban hamil yang kedua kalinya, ibu korban mencoba menghubungi keluarga Randy. Namun, korban malah dituduh menjebak Randy agar bisa dinikahi. Korban juga mengatakan bahwa kelaurga Randy juga memaksa dan mendukung korban melakukan aborsi.

“Terlebih kemudian sebelum proses pemaksaan aborsi kedua, ayah dari korban meninggal dunia,” kata Siti.


Like it? Share with your friends!