Cerita Ganjar Pranowo Soal Perjuangan Ibunda Arhan, Jualan Sayur Demi Cita-cita Anak


Indonesia patut berbangga hati. Timnas Sepakbola Indonesia berhasil melenggang menuju partai Final Piala AFF 2021.

Sosok pemain bernomor punggung 12, Pratama Arhan berhasil membobol gawang Timnas Singapura pada Sabtu (25/12) lalu. Putra bangsa ini rupanya punya cerita perjuangan bersama ibunda.

Hal ini layaknya yang diungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengenai Arhan serta Ibunda, warga Blora.

Beri Apresiasi

Beberapa waktu, Ganjar melalui akun Instagram resmi miliknya berbagi cerita mengenai sosok luar biasa yang kini tengah berjuang bersama Timnas Indonesia. Mantan anggota DPR periode 2004 hingga 2013 itu mengawali cerita dengan mendaratkan apresiasi kepada Arhan.

Ganjar mengaku, seluruh rakyat Jawa Tengah kini tengah berbangga hati melihat aksi Arhan di lapangan hijau.

“Pratama Arhan, Cah Blora yang golnya berperan penting dalam lolosnya timnas Indonesia ke semifinal dan Final Piala AFF 2021. Jateng bangga padamu Han,” demikian dikutip dari akun Instagram @ganjar_pranowo.

Ceritakan Sosok Penting di Balik Arhan

Melalui unggahan itu pula, Ganjar juga berbagi foto seorang wanita paruh baya. Ia adalah ibunda tercinta dari Arhan.

Ganjar menyebut, sang ibunda merupakan sosok terpenting di balik kesuksesan Arhan yang kini berhasil menjadi pemain Timnas Indonesia. Wanita itu diketahui bernama Surati.

“Tapi teman-teman, di balik Arhan, ada satu sosok yang lebih penting. Dialah Bu Surati. Ibunda Arhan,” sambungnya.

Ibu jadi Petani

Diceritakan Ganjar, sosok Surati memiliki kekuatan yang begitu luar biasa demi menyediakan segala kebutuhan Arhan untuk menggapai cita-cita.

Surati diketahui masih terus bekerja demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Demi keluarga, Surati rela bekerja di sawah untuk bercocok tanam hingga berjualan sayuran.

“Perempuan 44 tahun yang berjuang dengan peluh di sawah, bertani dan berjualan sayur demi menyokong cita-cita Arhan,” tambahnya.

Instagram/@ganjar_pranowo

Rela Berutang Demi Anak

Kehidupan keluarga Arhan tak lantas berjalan mulus-mulus saja. Banyak rintangan yang seolah datang silih berganti saat Arhan membulatkan tekad untuk menjadi seorang pemain sepakbola.

Salah satunya yakni dalam hal ekonomi. Beberapa kali, Surati terpaksa berutang agar Arhan mampu membeli sepatu hingga mengikuti berbagai latihan turnamen.

Kini, Arhan berhasil menggapai cita-cita. Sosok sang ibunda pun tak hentinya terus mengawal perjalanan karier Arhan di dunia sepakbola tanah air.

“Bahkan Bu Surati harus berutang untuk membelikan sepatu Arhan, membiayai latihan di SSB Terang Bangsa, dan mengikuti turnamen untuk mengasah kemampuan Arhan. Hingga akhirnya Arhan masuk PSIS Semarang dan dipanggil Timnas. Terima kasih Bu Surati, sehat selalu,” pungkas Ganjar.


Like it? Share with your friends!