Mencekam! Tak Dilayani di Puskesmas, Puluhan Keluarga Korban Kecelakaan Mengamuk


Puluhan keluarga pasien korban kecelakaan mengamuk di Puskesmas Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto/iNews TV/Nasruddin Rubak
Puluhan keluarga pasien korban kecelakaan mengamuk di Puskesmas Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto/iNews TV/Nasruddin Rubak

Puluhan keluarga korban kecelakaan, Nasir, mengamuk di Puskesmas Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (23/1/2022) malam. Mereka mengamuk, karena merasa korban kecelakaan tidak dilayani dengan baik.

Emosi keluarga korban semakin memuncak, saat petugas di Puskesmas Tomoni menolak memberikan mobil ambulans untuk membawa korban kecelakaan ke RSUD Ilagaligo Wotu. Akhirnya, keluarga korban kecelakaan mengangkut pasien menggunakan mobil bak terbuka.

Nasir yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas, sudah berjam-jam merintih kesakitan di Puskesmas Tomoni, namun tak ada tindakan medis dari petugas Puskemas Tomoni. Ironisnya, petugas Puskesmas Tomoni justru meminta anggota keluarga membawa pulang pasien, untuk dirawat di rumah secara mandiri.

Tak terima anggota keluarganya diterlantarkan dan ditolak oleh petugas Puskesmas Tomoni, puluhan keluarga pasien itu akhirnya meminta surat rujukan untuk membawa pasien ke rumah sakit demi mendapat pelayanan maksimal.

Sayangnya petugas Puskesmas Tomoni juga menolak permintaan tersebut, serta menolak meminjamkan mobil ambulans untuk digunakan merujuk pasien. Salah satu perawat di Puskesmas Tomoni, Henny Rahmadani membantah telah menelantarkan pasien tersebut.

Dia mengaku sudah melakukan tindakan observasi, dan tidak menemukan gejala yang serius, sehingga dianggap pasien layak dipulangkan dan dirawat di rumah. “Kami juga tak berani mengeluarkan surat rujukan, karena belum mendapat persetujuan dokter Puskemas Tomoni,” tuturnya.

Adik korban kecelakaan, Nurlela menyebutkan, saat ini pasien sudah mendapat pelayanan medis secara memadai di RSUD Ilagaligo Wotu. Kondisi pasien masih sangat lemah, dan belum bisa banyak bergerak.

Pihak keluarga pasien meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara, mengevaluasi kinerja Puskesmas Tomoni, untuk menghindari kejadian serupa. “Kami meminta Bupati Luwu Timur, memecat kepala puskesmas dan dokter yang dianggap tidak sigap dalam menangani pasien,” tegasnya.


Like it? Share with your friends!