Kasihan Payudara Gadis Gadis di Kamerun ini Harus disetrika agar Rata


proses-menyetrika-dada-di-uganda-001-tantri-setyorini

Palingseru.com – Salah satu negara Afrika Barat, khususnya di Kamerun memiliki tradisi ekstrem untuk para gadis yang tinggal di lingkungan dengan budaya tradisional harus menjalani proses dimana payudara para gadis – gadis di sana harus di setrika agar rata. Tradisi ini bertujuan untuk menghindarkan para wanita dari pelecehan dan tampak lebih terhormat .

Payudara para gadis ini di setrika oleh ibunya sendiri di saat mereka memasuki masa pubertas dengan menggunakan alat bantu seperti batu, palu, spatula logam, atau kayu yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Setelah itu si anak diharuskan mengenakan sejenis korset untuk semakin menyamarkan bentuk dadanya.

Dengan payudara yang di setrika ini membuat payudara yang pada dasarnya menonjol menjadi lebih rata sehingga mencegah nafsu birahi para pria untuk mendekati sang gadis di sana. Hal ini jelas harus dilakukan oleh para ibu karena mereka tidak ingin putri mereka menarik perhatian kaum pria pada usia dini dan mengalami kehamilan di luar nikah.

Walaupun terlihat begitu mengerikan  , namun para gadis di sana tidak keberatan menjalani ritual adat budaya di Kamerun. Beberapa gadis di Kamerun mengatakan bahwa setiap malam ibu mereka menekan payudaranya dengan batu sebelum mereka menggunakan korset.

“Sebelum saya mengenakan korset payudara ini, ibu saya menggunakan batu gerinda yang sudah dipanaskan di atas api untuk menyetrika dada saya, setiap malam ibu saya memeriksa dada saya dan menekan-nekannya, kadang-kadang dengan alu. Meskipun saya menangis keras karena sakit, dia berkata agar saya menahannya karena saya masih muda dan tidak ada gunanya memiliki payudara ketika seusia saya.” ujar¬†Josaine Matia, Gadis Kamerun seperti yang dilansir dari Merdeka.com.

Diketahui bahwa ritual adat budaya di Kamerun ini tercatat sudah ada 4 juta gadis berusia 9 tahun yang menjalani ritual setrika payudara ini. Namun, kabarnya juga saat ini dunia internasional menganggap setrika payudara sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Sejumlah organisasi nirlaba sedang mengkampanyekan dan mengusahakan agar praktik yang membahayakan ini dihapuskan selamanya. Sebab selain sangat menyakitkan dan melanggar integritas fisik seorang wanita, praktik setrika payudara juga mengekspos gadis muda terhadap berbagai masalah kesehatan seperti peradangan, gatal, infeksi, ketidaksimetrisan payudara, kista, serta kerusakan jaringan yang dikutip dari data UNFPA.

More From: Aneh Unik