5 Artis Wanita Mantan Penyanyi Cilik


1. Agnes Monica

Agnes Monica Muljoto atau yang lebih dikenal dengan nama Agnes Monica, lahir pada tanggal 1 Juli 1986, anak dari pasangan Ricky Suprapto dan Jeny Siswoyo. Kehidupan pribadi Agnes jarang terendus oleh media, Jarang ada gosip miring berhembus tentang artis berdarah tionghoa ini.

Saat menginjak usia enam tahun, Agnes memulai kariernya sebagai penyanyi cilik dan merekam album anak-anak pertamanya yang diberi judul Si Meong. Nama Agnes melambung sebagai penyanyi cilik saat ia merilis album keduanya pada tahun 1995 yaitu Yess!, yang merupakan album duet bersama Eza Yayang. Album tersebut dinobatkan sebagai “Album Anak-Anak Terbaik” pada tahun 1999. Album lain yang telah dirilis Agnes yaitu Bala-Bala. Ketiga album tersebut berhasil melejitkan Agnes ke jajaran penyanyi cilik terpopuler di era 1990-an. Selain bernyanyi dan merilis album, Agnes juga menjadi presenter acara anak-anak yang membuat dirinya berhasil meraih penghargaan Panasonic Awards untuk “Pembawa Acara Anak-Anak Terfavorit” selama dua tahun berturut, 1999 dan 2000.

Pada 21 November 2010 yang lalu, Agnes Monica akan menjadi orang indonesia pertama yang menjadi Host acara American Music Awards. Hal ini seakan menjadi pembuktian bahwa mantan penyanyi cilik ini kini telah sukses menjadi Diva Indonesia dengan sarat prestasi yang diakui dalam dunia internasional.

2. Sherina Munaf

Sinna Sherina Munaf yang biasa di kenal dengan nama Sherina Munaf lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 11 Juni 1990. Sherina yang berdarah Minang sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas pada tahun 1999 yang memulai karirnya sebagai penyanyi cilik. Sherina yang lulus pendidikannya dari British International School dan yang mempunyai hobi menyanyi dan melukis ini, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Triawan Munaf dan Luki Ariani. Selain itu Sherina adalah orang pertama di Indonesia yang mencapai 1 Juta Followers di Twitter di tengah kerumunan sekitar 7-8 juta tweeps atau pemakai twitter di Indonesia sekarang ini.

Sherina muncul pertama kali pada tahun 1999 dengan album “Andai Aku Besar Nanti”. Pehobi melukis ini membawakan lagu-lagu gubahan Elfa Secioria. Di album ini terdapat 7 lagu yang masing-masing berjudul Andai Aku Besar Nanti, Balon Udaraku, Bermain Musik, Dua Balerina, Kembali Ke Sekolah, Pelangiku dan Putri Dalam Cermin. Lagu-lagunya itu menggebrak pasar Indonesia. Lantunan suara Sherina kecil membuat anak-anak seolah mendapat musik alternatif yang sesuai. Selain memulai karirnya sebagai penyanyi cilik Sherina juga berakting didunia film dengan judul Petualangan Sherina.

3. Tina Toon

Agustina Hermanto yang biasa dikenal dengan nama Tina Toon lahir pada tanggal 20 Agustus 1993. Tina Toon dahulu dikenal sebagai penyanyi cilik bertubuh gemuk dan pipi gembul. Publik mengenalnya lewat laguBolo-Bolo. Kini, di usia yang beranjak dewasa, Tina merilis album pop bertema cinta dengan imej baru. Dan ia mempunyai ciri khas yang terkenal dengan goyangan ngebor yang mirip dengan goyangan ngebor Inul Daratista.

Tina adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Megawati dan Aan Hermanto. Waktu kecil, Tina yang sering sakit-sakitan. Padahal orang tuanya tinggal di Pamanukan, Subang yang saat itu sulit mendapatkan dokter spesialis. Oleh karena itu, Tina dititipkan pada nenek dan kakeknya di Kelapa Gadingagar mudah berobat ke dokter spesialis. Kedua orangtua Tina yang mengelola bisnis pupuk dan peralatan pertanian hanya dua hari dalam sepekan berkumpul dengannya.

Bakat Tina menurun dari ibunya yang dulu pernah tergabung dalam sebuah kelompok musik di Cirebon. Oma Tina, Ana Setiawati rajin mengajak Tina mengikuti sejumlah lomba menyanyi. Pada usia empat tahun, Tina mendapat juara dua dalam lomba menyanyi yang diadakan di Mal Kelapa Gading. Saat itu Tina menyanyi lagu karangan A.T. Mahmud, “Pelangi-Pelangi”, yang tak lama kemudian munculah album pertama berjudul Bolo-bolo (1999), dengan lagu andalan bertajuk sama, lahir dan menjadi hit di pasar. Konon, album yang menghabiskan dana Rp 200 juta dan menjadi tanggungan keluarga itu laku sebanyak 300.000 keping. Kesuksesan album pertama membuat Tina merilis lagi album kedua Siram (2000), Goyang Tina Toon (2001), dan Arti Bolo-bolo (2003).

4. Tasya

Shafa Tasya Kamila atau akrab di sapa Tasya lahir di Jakarta, 22 November 1992, anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Gatot Permadi dan Isverina. Tasya masuk ke dunia hiburan Indonesia sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Waktu itu secara tidak sengaja seorang ibu menawari Tasya untuk menjadi bintang iklan dan mengantar ke salah satu biro iklan. Setelah melalui beberapa kali casting, Tasya mendapatkan kontrak untuk sebuah produk susu. Sejak itu, Tasya terus menjadi bintang iklan: produk asuransi, department store, keju, pasta gigi, permen, dan bedak. Tahun 1998, Tasya mendapat kontrak iklan eksklusif untuk produk pasta gigi. Berawal dari iklan inilah, sosok Tasya menarik perhatian sebuah rumah produksi yang menawarinya bermain di sinetron. Pada tahun 1998 Tasya main di beberapa episode sinetron berjudul Takdir. Kemudian dia bermain dalam film televisi Kupu-kupu Ungu dan Nyanyian Burung. Sinetron lain yang pernah dibintangi Tasya antara lain Matahariku, Tasya, dan Jangan Menangis Adinda.

Meski sibuk syuting iklan dan sinetron, Tasya masih menyempatkan diri les menyanyi di Bina Vokalia, dan sekolah vokal yang dikelola Elfa Secioria. Kesempatan masuk dapur rekaman datang pada tahun 2000. Album perdananya adalah Libur Telah Tiba, yang mengunggulkan lagu “Libur Telah Tiba” ciptaan A.T Mahmud. Setelah sukses dengan album pertamanya yang terjual 350 ribu kopi, Tasya kembali mengeluarkan album keduanya yang bertajuk Gembira Berkumpul (2001). Dalam album ini, Tasya masih mengandeng AT Mahmud serta berkolaborasi dengan Duta (Sheila on 7) dalam lagu ciptaan Eross berjudul “Jangan Takut Gelap”.

5. Enno Lerian

Enno Lerian lahir di Lampung, 8 Oktober 1983, lahir dari pasangan Edi Subroto dan Rina Puspita Sari. Enno mulai terkenal saat dirinya membawakan lagu “Si Nyamuk Nakal”, saat itu usianya baru 9 tahun. Enno langsung menjadi idola anak-anak. Apalagi dengan senyumnya yang manis ditambah tahi lalat yang ada di hidungnya, turut mendukung vokalnya yang apik. Enno telah meluncurkan 8 album rekaman. Sebut saja Si Nyamuk Nakal, Dakocan, Semua Ada Disini, Dudidam, Oioio, serta 3 album lagu muslim Salaman, Ikut Lebaran, dan yang terakhir bertema belajar mengaji.

Tak hanya mempunyai kemampuan menyanyi, Enno juga berhasi mendapatkan berbagai penghargaan pun diraihnya, seperti Penyanyi Favorit Pilihan Pemirsa VAN (Video Anak Anteve) 1997, Pembawa Acara Terbaik Panasonic Awards 1997, dan Penyanyi Terbaik dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) 1997.

Setelah beranjak dewasa, namanya mulai tenggelam. Beberapa kali Enno muncul di dunia hiburan tanah air meski bukan sebagai penyanyi. Enno pernah menjadi dubber untuk suara Serene daalm film animasi “Homeland” dan memerankan tokoh Wulan dalam sinetron “Bintang Rumah Susun”.


Like it? Share with your friends!