4 Alasan Kenapa Pemerintah Mencabut Subsidi Listrik


listrik

[ads1]Palingseru.com – Distribusi Subsidi listrik 450 VA dan 900 VA selama ini dikatakan tidak merata karena subsidi listrik yang awalnya hadir untuk rakyat miskin tetapi malah kebanyakan dinikmati oleh orang kaya ini membuat pemerintah Jokowi-JK berniat mencabut subsidi listrik tersebut.

Distribusi subsidi listrik yang merupakan tanggung jawab dari Kementerian ESDM dan PLN ini dikatakan telah gagal. Hal ini dikarenakan ada sebuah laporan yang mengatakan jika 44 juta pemakai listrik subsidi itu memiliki pendapatan di atas rata-rata bahkan mereka telah menikmati tarif listrik 30 persen lebih rendah dari harga keekonomian.

Menangani kasus ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak ingin melakukan distribusi lagi tetapi mereka akan langsung memberikan kartu ke masyarakat miskin. Dalam hal ini ada sejumlah alasan kuat kenapa pemerintah mencabut subsidi listrik.

Dan seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia 4 alasan kenapa pemerintah mencabut subsidi listrik.

1. Mendidik Masyarakat Hemat

Pencabutan subsidi listrik 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA  ini beralasan untuk mendidik masyarakat agar lebih hemat dalam penggunaan listrik. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil jika pencabutan subsidi tersebut akan digantikan dengan subsidi langsung kepada masyarakat miskin agar lebih tepat sasaran. Masyarakat miskin yang mendapatkan subisidi ini nantinya akan diberikan sebuah kartu subsidi dan harus selalu dibawa ketika melakukan pembayaran listrik.

“Karena selama ini kalau bayar murah, maka listrik siang-siang pun dihidupkan. Kalau tadinya disubsidi listriknya, nanti dikasih uangnya. Uang ini akan digunakan untuk bayar listrik. Kalau bisa hemat listrik, uangnya bisa digunakan juga untuk yang lain dong. Jadi listrik tidak akan dipakai berlebihan,” ungkap Sofyan Djalil.

2. Subsidi Rawan Penyimpangan

Salah satu alasan kenapa subsidi listrik ini dicabut juga karenarawan penyimpangan diman distribusi subsidi tidak rata. Subsidi listrik yang awalnya dihadirkan khusus rakyat miskin malah banyak di dapatkan oleh masyarakat kaya. Dalam hal ini pemerintah menginginkan jika subsidi listrik untuk orang miskin dipertahankan tetapi cara penyalurannya yang diubah. Dikabarkan jika mulai tahun depan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memberikan kartu subsidi terhadap rakyat miskin yang seharusnya bisa menikmati listrik 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA.

“Subsidi dialihkan kepada masyarakat. Jadi si pengguna listrik dapat kartu terus uang disalurkan lewat kartu. Lalu mereka beli listrik dengan harga keekonomian. Jadi subsidinya tetap ada, cuma cara memberikannya yang berbeda. Ini sama dengan subsidi elpiji, pupuk. Subsidi yang langsung ke perusahaan, rawan penyimpangan,” kata Sudirman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/5).

3. Tidak Tepat Sasaran

Pemerintah mencabut subsidi listrik ini akibat tidak tepat sasaran. Lagi – lagi dikatakan jika subsidi listrik yang awalnya dikhususkan untuk rakyat miskin tetapi kebanyakan di dapat oleh masyrakat kaya.  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, pada 2016, subsidi listrik golongan 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA dihapus. Dan penerapan subsidi listrik ini akan dilakukan secara bertahap dan bagi rakyat yang mendapatkan subsidi ini maka akan bisa menikmati tarif listrik lebih murah.

4. Meringankan Beban Pemerintah

Subsidi langsung ini nantinya akan dilakukan guna meringankan beban pemerintah. Sudirman Said juga mengatakan jika kebijakan mencabut subsidi listrik dengan cara memberikan subsidi langsung ini agar distribusi listrik lebih merata sehingga tidak membuat pemerintah terbebani. Jika masalah kenaikan tarif listrik ini memang ditolak mentah – mentah karena melihat perekomian Indonesia yang masih labil.

Nah, itulah dia keempat alasan pemerintah mencabut subsidi listrik.

AD: Hotel murah di Indonesia mulai dari Rp 99rb, Pesan di RedDoorz Install Aplikasinya Sekarang!

 

More From: Menarik