Heboh Uang Pria ini di Rekening Mandiri Mendadak Menjadi Rp 100 Triliun


UANG-Tumpukan

[ads1]Palingseru.com – Seorang pria bernama Firdaus asal Bengkulu ini mendadak menjadi kaya raya setelah melihat rekeningnya bertambah menjadi Rp 100 triliun. Bertambahnya rekening Firdaus ini pun menjadi suatu hal yang menghebohkan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 15 Juni 2015, pada saat itu Firdaus sedang melakukan transaksi melalui m-Banking senilai Rp 8465.000. Namun tiba – tiba saja saldonya berkurang drastis melebihi jumlah transaksi yang dia lakukan sebelumnya.

“Setelah melakukan pengecekan ternyata uang saya terpotong Rp 49.157.889 yang ditransfer ke bank BTN cabang Nusa Dua Bali nama Risto Matillah yang merupakan warga negara Finlandia,” kata Firdaus.

Dan setelah beberapa hari Firdaus masih bertanya – tanya kenapa saldonya bisa berkurang drastis. Dia pun kembali mengecek saldo rekeningnya pada tanggal 19 Juni 2015 ia cek saldo melalui internet banking . Dan setelah dilihat, saldo Firdaus kembali seperti semula .

“Uang saya kembali tapi tidak bisa ditarik. Kemudian saya langsung telpon pihak Mandiri, mereka menyarankan untuk melakukan log out. Setelah log in lagi, masuklah uang Rp 100 triliun ke rekening saya. Saya langsung memberi tahu pihak bank dan saat itu langsung diblokir. Ketika saya log out lagi, ternyata sisa saldo saya tinggal Rp -9.999,” ujar Firdaus.

Kasus ini pun membat Firdaus melapor ke pihak Bank kenapa bisa ada masalah seperti ini. Dan di hari yang sama , ternyata buka hanya Firdaus saja yang mengalami nasib serupa .

Ada juga nasabah bernama Seprinaldi yang pada saat itu  melakukan transaksi m-Banking senilai Rp 10 juta. Seprinaldi mengaku jika pada saat itu saldo tabungannya berjumlah 65 juta dan ditransferkan 10 juta maka sisa saldonya Rp 45 Juta. Akan tetapi saldonya hanya 6 juta dan ini pun membuat Seprinaldi terkejut.

“Saya juga terkejut saat saya cetak buku rekening terdapat uang Rp 3 miliar pernah masuk ke rekening dan saya tidak mengetahui uang apa itu,” kata Seprinaldi.

Kedua nasabah ini pun menuntut pihak Bank kenapa saldo rekeningnya menjadi sangsut. Menurut keterangan Bank Mandiri, kata Firdaus, diduga mereka telah menjadi korban phising. Phishing merupakan aksi pengambilan informasi atau data pribadi seperti user ID, password, dan data-data lainnya dengan menyamar sebagai orang yang berwenang melalui sebuah email, yang akan dipergunakan untuk melakukan berbagai jenis kejahatan dan penipuan keuangan sehingga nasabah kehilangan uang dalam rekeningnya.

Namun karena kedua nasabah ini mengaku tidak puas dan merasa ada kerugian sehingga kedua nasabah ini menuntut pihak bank ke Polda Bengkulu dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Sampai sejauh ini pihak Polda mengatakan jika mereka akan melakukan penyidikan , dan ini juga termasuk sebagai kasus penipuan.

Untuk itu berhati – hatilah ketika menggunakan rekening bank karena kejahatan seperti kasus penipuan bank ini bisa terjadi di mana saja.


Like it? Share with your friends!