Hati Hati jangan Minum Air Hujan Pertama, Baca ini Jika Ingin Tahu Alasannya


hjn

[ads1]Palingseru.com – Musim kemarau panjang yang sedang terjadi ini membuat banyak orang merindukan hujan akibat sudah kehabisan air bersih untuk kebutuhan makan dan minum. Tak heran bila melihat langit akan turun hujan mereka sudah antusias untuk menadahkan hujan itu di tempayan mereka. Namun perlu diketahui jika hujan pertama itu sebenarnya tidak boleh dikonsumsi karena dapat menyebabkan sejumlah penyakit.

Ada sejumlah alasan yang mengatakan jika hujan pertama ini bisa menyebabkan seseorang mengalami masalah kesehatan yang fatal. Air hujan pertama itu sebenarnya tidak layak dikonsumsi karena mengandung banyak partikel yang berbahaya bagi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Andi Jap di Pontianak mengatakan jika air hujan yang pertama kali turun di musim kemarau ini berbahaya kesehatan karena terkontaminasi dengan partikel debu hasil dari pembakaran lahan lainnya yang bisa menyebabkan diare, disentri dan lain sebagainya.

“Ada baiknya jika air hujan yang pertama turun setelah musim kemarau tidak langsung digunakan, karena berbahaya bagi kesehatan. Asap dari pembakaran lahan itu jelas akan mempengaruhi kondisi air hujan yang turun, terlebih biasanya saat musim asap, lalu turun hujan, warna air hujan yang ditampung akan berubah menjadi keruh. Hal itu dikarenakan air hujan yang turun tersebut terkontaminasi dengan partikel debu hasil dari pembakaran lahan dan jelas berbahaya bagi kesehatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Andi Jap di Pontianak, seperti yang dilansir dari Merdeka.com (14/8).

Andi Jap juga menghimbau jika sebaiknya jangan menampung air hujan pertama saat musim kemarau ini demi mencegah kesehatan tubuh yang lebih baik. Belum lagi musim kemarau yang sedang melanda ini bisa menyebabkan kekebalan tubuh menurun akibat banyaknya polusi debu dan asap.

Jika ingin menampung air hujan sebaiknya tampung air hujan berikutnya yang dirasa debu di atap – atap genting sudah hilang setelah hujan pertama.

Nah, untuk itu masyarakat perlu jeli dan lebih berhati – hati, seperti kata pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati.


Like it? Share with your friends!