Ini Dampak Buruk yang Akan Terjadi Jika Istri Kamu Memakai KB


pil-kb_20150817_142113

Palingseru.com – Ternyata memakai obat pencegah kehamilan Keluarga Berencana (KB), menyimpan banyak efek buruk bagi kesehatan tubuh.

Seperti dilansir Tribunnews.com, KB suntik diketahui dapat membuat lapisan dari lendir rahim menjadi tipis sehingga haid sedikit, bercak atau tidak haid sama sekali, perdarahan tidak menentu, suntikan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan secara teratur, tidak melindungi dari PMS.

Sedangkan efek buruknya selama 1 tahun pemakaian adalah peningkatan berat badan, rambut rontok, tulang menjadi keropos, kelainan metabolisme lemak, ketidakteraturan menstruasi.

Jika KB tersebut dihentikan maka akan membutuhkan waktu selama 6 bulan untuk mengembalikan siklus menstruasi yang teratur.

Kontrasepsi suntikan KB 3 bulan mengandung long-actingprogestin, yaitu Norestiteron enantat (NETEN) dengan nama dagang depomedroksi progesterone acetat (DPMA), 150 mg yang diberikan setiap 3 bulan. Hormonal tersebut  bekerja dengan mempengaruhi sistim hormon di dalam tubuh, sehingga dapat mencegah kehamilan.

Bahkan efek samping yang paling buruk adalah wanita tidak akan bisa mens. Namun, selain  itu masih banyak efek samping buruk yang akan terjadi jika wanita memakai KB sebagai alat pencegah kehamilan.

Beberapa dampak buruk diantaranya akan kita bahas pada artikel kali ini. Nah, ini dia beberapa dampak buruknya.

1. Wanita akan merasa mual pada saat pemakaian pil KB ataupun KB suntik. Namun, reaksi ini akan hilang setelah dua bulan pemakaian.

2. Pada awal mengonsumsi Pil KB akan terasa Sakit kepala dan rasa tidak nyaman pada payudara.

3. Pengguna pil KB akan mengalami pendarahan secara tiba-tiba saat diluar masa haid.

4. Beberapa wanita bisa mengalami dampak peningkatan berat badan. Biasanya akan kembali normal setelah beberapa waktu menggunakan pil KB.

5. Beberapa wanita juga mengalami dampak  gairah seks yang menurun setelah mengonsumsi pil KB dengan merek berbeda.

6. Perubahan suasana hati yang terjadi secara mendadak yang disebabkan pemakaian pil KB.

Selain dampak-dampak diatas, ada juga dampak yang lebih buruk dari penggunakan pil KB ini. Dampak tersebut adalah, kandungan hormon estrogen dalam pil KB dapat menyebabkan darah lebih mudah menggumpal. Jika sampai terbentuk gumpalan darah beku, maka dapat menyebabkan trombosis vena pada kaki, gumpalan darah beku
pada paru-paru atau memicu serangan jantung atau stroke.

Dampak paling buruk tersebut memang jarang terjadi, tapi kemungkinan besar dapat terjadi pada wanita yang menggunakan pil KB. Oleh sebab itu, perlu untuk wanita mengetahui beberapa gejala yang akan ditimbulkan dari dampak penggunaan pil KB tersebut.

Beberapa gejala yang akan dialami yaitu :

Nyeri di bagian dada.
Sakit perut.
Gangguan pandangan, misalnya pandangan kabur atau samar.
Sakit kepala yang tidak tertahankan.
Bengkak atau nyeri pada kaki dan paha.

Jika kamu mengalami beberapa gejala diatas sebaiknya kamu segera konsultasi ke dokter atau rumah sakit terdekat. Karena gejala tersebut merupakan gejala penyakit berbahaya seperti, gangguan pada organ hati, empedu, hati, pembekuan darah, stroke, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung.

Sebaiknya para wanita harus menghindari pil KB jika mereka memiliki riwayat hidup seperti ini:

Memiliki riwayat penggumpalan darah.
Menderita serangan migrain yang parah
Memiliki gangguan empedu atau hati.
Memiliki kelainan jantung atau sakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi.
Mengidap diabetes dengan komplikasi atau terserang diabetes lebih dari 20 tahun.
Mengidap kanker payudara.

 


Like it? Share with your friends!