Penjual Minyak Eceran Bisa Terancam Penjara 6 Bulan dan Denda Rp 60 Miliar


kh

[ads1]Palingseru.com – Menurut Undang – Undang Nomor 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi mengatakan jika penjualan bensin eceran adalah hal yang ilegal. Bahkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Direktur Bahan Bakar Minyak (BBM) BPH Migas Hendry Ahmad, mengatakan jika siapapun yang menjual minyak eceran tanpa mematuhi peraturan pemda maka bisa terancam 6 bulan dan denda Rp 60 miliar.

Badan Penghatur Hilir Minyak dan Gas menyebut pedagang bensin eceran atau Pertamini ini boleh saja menjuat bensin eceran karena dianggap sebagai subpenyalur legal. Namun mereka tidak diperbolehkan untuk menaikan harga untuk meraup keuntungan yang lebih banyak.

“Kami mengeluarkan peraturan Nomor 6 Tahun 2015, jadi subpenyalur legal. Cuma harganya ditetapkan pemda. Pertamini investasinya kecil tapi untungnya suka-suka. Jika ada yang melaporkan sanksinya ada denda Rp 60 miliar dan kurungan 6 tahun.”  tegas BPH seperti yang dilansir dari Merdeka.com (21/8).

Nah, untuk itu bagi pedagang minyak bensin eceran agar tidak terlilit sanksi hukum , maka harus menetapkan harga bensin sesuai aturan pemda.


Like it? Share with your friends!