4 Kisah ABG yang dijadikan Budak Seks oleh Keluarga Sendiri


seks

[ads1]Palingseru.com – Kasus prostitusi saat ini sudah menjadi hal yang paling berbahaya bagi anak ABG. Tak hanya anak ABG yang rela menjual dirinya sendiri demi bisa membeli kebutuhan yang dia inginkan , tetapi juga ada ABG yang dipaksa melakukan tindakan prostitusi oleh keluarganya sendiri.

Keluarga yang tega menjadikan para ABG sebagai budak seks ini lantaran dia tidak memikirkan ikatan keluarga melainkan ingin meraih keuntungan yang lebih banyak dan lagi lagi akibat motif ekonomi.

Bahkan sampai saat ini banyak sekali kisah- kisah ABG yang dijadikan budak seks oleh keluarganya sendiri seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia ulasannya :

1. ABG Dijual Ibunya Rp 1 Juta Untuk Jadi PSK di Surabaya

Seorang ABG berusia 16 tahun ini dilaporkan menjadi budak seks oleh ibunya sendiri Yuki Andriayani (37). Ibu yang tega menjadikan anak kandungnya sebagai budak seks ini tinggal di Jalan Brebek, Sidoarjo, Jawa Timur dan kini sedang di tahan oleh pihak Polrestabes Surabaya .

Pihak kepolisian berhasil menangkap Yuli dan dua mucikari yang ikut ditangkap adalah Robet dan istrinya Ririn. Sedangkan makelarnya adalah Mia Sagita alias Mei.

“Masih ada satu tersangka lagi yang masih DPO (buron), dia adalah Rosidi,” terang Kanit VC Jatanum Polrestabes Surabaya, Iptu Teguh Setiawan.

Saat dimintai keterangan , Yuli mengaku tak hanya menjual anak kandungnya sendiri , tetapi dirinya juga menjual teman anaknya itu yang berinisial IR (14).

“Kedua korban dipekerjakan sebagai PSK di Wisma Madona Jalan Sememi Jaya Gg 1, Benowo, yang dikelola oleh tersangka Robet dan istrinya,” ungkap Teguh.

Awal kisah perdagangan prostitusi yang dilakukan oleh Yuli ini dengan modus perantara dimana Mei menjadi perantara, mencari perempuan yang mau jadi PSK. Setelah bertemu dengan AG dan IR, Mei bertemu Rosidi (DPO) untuk ditawarkan kepada Robet dan Ririn, selaku pengelola Wisma Madona. Kemudian Robet dan Ririn meminta KTP, KK dan surat pernyataan orang tua korban, kalau bersedia anaknya dijadikan PSK di Wisma Madona. Robet menjanjikan uang Rp 1 juta kepada Mei dan Rosidi jika kedua korban kerasan bekerja sebagai PSK.

Namun ternyata KTP, KK dan surat pernyataan orang tua korban itu ternyata palsu karena mereka belum di cukup umur.

“Karena kedua korban masih di bawah umur, tersangka Rosidi membuatkan KTP, KK dan surat pernyataan orang tua palsu untuk IR. Sedangkan syarat untuk korban AG, dibuatkan sendiri oleh tersangka Yuki, selaku orang tuanya,” papar Teguh.

Mucikari memiliki teknik unik agar korban bisa menjadi PSK di Wisma Madona, diman kedua korban dibayar Rp 50 ribu untuk sekali melayani tamu.

“Agar korban tidak pulang dan betah menjadi PSK, mereka diikat dengan hutang, masing-masing R 1 juta,” kata Teguh lagi.

Dan karena kasus ini sudah diambil alih oleh pihak kepolisian sehingga para  tersangka dijerat Pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

2. Siswi SMK Banyumas Dijual Ibu Ke Pria Hidung Belang

Para pelajar kelas X di sebuah SMK swasta di Purwokerto, NS (16), warga Grendeng Purwokerto oleh DR (23), warga Kranji Purwokerto dan NT (19), warga Penatusan Purwokerto Timur di sebuah rumah kos di Jalan Sekolah Teknik RT 005/RW 05 Kranji Purwokerto, kini diamankan oleh pihak Kepolisian Resor Banyumas Jawa Tengah setelah mereka dijadikan budak seks oleh salah satu mucikari berstatus ibu rumah tangga.

Penangkapan ini terjadi ketika terjadi keributan saat pelaku DR dan NT menggunting paksa rambut korban dan merobek baju korban secara bergantian. NT yang menjadi penghuni kos, merasa kesal kepada korban karena diolok-olok oleh NS. Keributan itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Petugas Kepolisian Sektor (Polsesk) Purwokerto Timur yang menerima laporan sekitar pukul 13.00 WIB.

Kini tersangka HD terancam pidana maksimal 12 tahun karena melanggar UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.  Dan NT juga terancam pidana maksimal 7 tahun sesuai Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Sedangkan DR terancam hukuman berlapis karena melanggar UU Perlindungan Anak dan pasal 170 KUHP.

3. Anak SD di Bandung di Jual Ibunya Jadi PSK

Seorang anak kelas 6 SD nekat menjadi PSK akibat terpaksa disuruh orangtuanya sendiri untuk menjajakan diri ke para pria nakal. Kondisi keluarga yang serba kekurangan inilah yang menjadi faktor utama korban mau menjajakan diri.

“Di Polrestabes Bandung ada anak yang menyambi (jadi PSK). Anak itu dilacurkan orangtuanya. Anak itu sudah dialog dengan Kapolrestabes (Kombes Pol AR Yoyol) anak itu meminta kami bertanya ke ibu nya berapa ibu nya memberi uang saku setiap hari. Miris memang, tapi ini harus dilihat apakah memang karena faktor agamanya yang kurang di berikan oleh orangtua atau tarikan lingkungannya yang lebih kuat. Bisa saja nilai-nilai lingkungannya lebih dominan sehingga bocah tersebut bisa sampai dilacurkan,” tambahnya.” kata Ketua P2TP2A Netty Prasetyani, Kamis (23/7), seperti yang dilansir dari Merdeka.com (9/4).

4. Ibu Tiri di Depok Jual Putrinya ke Pria Hidung Belang

Seorang bocah berusia NF ini juga dijadikan budak seks oleh pria hidung belang berinisial U. Awalnya NF ini menjadi PSK setelah diminta U untuk tinggal bersamanya. NF yang terpaksa menjadi PSK ini juga akibat kebutuhan ekonomi yang terus meningkat dan membuatnya rela melayani nafsu para pria hidung belang dengan tarif Rp 1 juta.  Dan setelah mendapati pengakuan ternyata NF ini rela menjadi PSK karena disuruh oleh orangtuanya sendiri. Orangtuanya akan mendapat jatah seperempat dari hasil kerja NF melayani para pria hidung belang itu.

“Pada saat kita melakukan penangkapan, pengakuan dari korban itu nilai transaksi 1 juta, namun korban hanya diberikan 600. Kemudian sisanya dibagi mucikari dan ibu tirinya,” terang Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Teguh Nugroho, saat ditemui di kantornya, Rabu (27/5), seperti yang dilansir dari Merdeka.com.

AD: Hotel murah di Indonesia mulai dari Rp 99rb, Pesan di RedDoorz Install Aplikasinya Sekarang!

Nah, itulah dia keempat kisah ABG yang dijadikan budak seks oleh keluarganya sendiri.

More From: Menarik