5 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Kenapa Orang Miskin Semakin Banyak di Era Jokowi


5-fakta-orang-miskin-makin-banyak-di-era-jokowi

[ads1]Palingseru.com – Kemiskinan merupakan masalah terbesar yang dialami oleh penduduk Indonesia. Sampai era kepemimpinan Jokowi yang diklaim dapat mengatasi masalah tersebut pun nyatanya tak bisa diatasi.

Malahan, di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini pun penduduk Indonesia sepertinya menjadi semakin banyak yang miskin.

Nah, berikut ini ada lima hal yang harus kamu ketahui kenapa orang miskin semakin banyak di era Jokowi. Seperti dilansir Merdeka.com, inilah dia ke lima faktanya.

1. Angka kemiskinan naik 860.000 orang

Di Era kepemimpian Presiden  Joko Widodo angka kemiskinan semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan adanya data BPS yang menyatakan bahwa pada Maret 2015 mencapai 28,59 juta jiwa atau sebesar 11,22 persen. Dari bulan September 2014 hingga Maret 2015 angka kemiskinan naik hingga 860.000 orang.

Menurut analisi BPS, angka kemiskinan naik lantaran jumlah penduduk yang meningkat pesat. Jumlah penduduk naik sekitar 3-4 juta dalam setahun.

2. 43.000 desa tertinggal

Selama era kepemimpinan Jokowi, tercatat ada sekitar 43 ribu desa yang tertinggal. Sebagian besar tersebar di Indonesia timur, seperti Papua, Sulawesi, Maluku dan Kalimantan.

Data BPS menyatakan bahwa dari periode September 2014 hingga Maret 2015  tingkat inflamasi pedesaan meningkat hingga  4,40 persen.

3. Salah pakai sistem Ekonomi

Penyebab meningkatkannya angka kemiskinan di Indonesia selama era kepemimpinan Presiden Jokowi, karena penggunaan sistem neoliberal.

Menurut Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, sistem ini tidak bisa membawa masyarakat menjadi sejahtera.

Kebijakan ekonomi neoliberalisme, pada dasarnya semua  diserahkan kepada pasar. Sistem ekonomi seperti ini tidak akan pernah bisa membawa kesejahteraan untuk rakyatt. Justru negara akan terus bergantung pada negara lain termasuk masalah hutang.

4. BPS jelaskan penyebab kemiskinan

Ada berbagai masalah yang menjadi penyebab kemiskinan di Indonesia semakin meningkat, diantaranya adalah harga beras rata-rata mengalami kenaikan sebesar 14,48 persen yaitu dari Rp 11.433 per kilogram pada September 2014 menjadi Rp 13.089 per kilogram pada Maret 2015.

Selain beras, cabai rawit, gula pasir dan bahan pokok lainnya juga ikut meningkat. Sedangkan upah buruh tani per hari pada Maret 2015 turun sebesar 1,34 persen dibanding upah buruh tani September 2014, yaitu dari Rp 39.045 menjadi Rp 38.522.

5. Tiap 3 bulan 300.000 orang jadi pengangguran

Selain angka kemiskinan penduduk yang semakin meningkat, Preside Jokowi juga dihadapi dengan masalah pengangguran. Di era Presiden Jokowi ini diketahui pengangguran meningkat dari 5,7 persen menjadi hampir 6 persen. Ini artinya, setiap 3 bulan sekali ada sekitar 300.000 orang yang jadi pengangguran.

Nah, itulah dia ke lima hal yang harus kamu ketahui kenapa orang miskin semakin banyak di era Presiden Jokowi.

More From: Taukah Kamu