4 Kelakuan Nakal Para SPG yang bisa bikin kamu Geleng Geleng Kepala


jadi-pecandu-narkoba-rev2

[ads1]Palingseru.com – Menjadi seorang SPG memang bisa dibilang sebagai pekerjaa yang mudah tapi juga sedikit sulit. Bahkan banyak sebagain orang yang menilai pekerjaan menjadi SPG ini ada sisi positif dan negatif. Nah sebagian orang yang menilai pekerjaan SPG memiliki sisi negatif ini dikarenakan sejumlah kelakukan nakal para SPG yang pada akhirnya bisa bikin geleng – geleng banyak orang.

Sales Promotion Girl (SPG) ini mayoritas karyawannya adalah perempuan cantik yang bisa bekrja tanpa syarat ijazah yang tinggi. Hanya saja mereka harus bisa menarik perhatian konsumen , para SPG juga harus bisa melakukan pemasaran sebuah produk dengan trik – trik yang menarik untuk bisa menarik perhatian pelanggannya.

Dan yang lebih parahnya lagi jika para SPG memilih untuk melakukan hal yang nakal yang tujuannya bisa digunakan untuk mendapatkan fulus lebih banyak dari para konsumennya. Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia 4 kelakuan nakal para SPG yang bisa bikin kamu geleng – geleng.

1. Jadi Pecandu Narkoba

Salah satu kelakuan nalak para SPG yang bisa bikin kamu geleng – geleng yakni SPG yang nekat menjadikan dirinya sebagai pecandu Narkoba. Seperti yang terjadi di Polresta Kota Yogyakarta baru – baru ini melaporkan jika mereka berhasil mengamankan tiga SPG (sales promotion girl) pengguna narkotika jenis sabu, . Penggerebekan itu dilakukan saat mereka sedang beroperasi Narkoba Progo 2015.

Menurut laporan dari Kasat Narkoba Polresta Kota Yogyakarta AKP Sugeng Riyadi mengatakan, ketiga tersangka yaitu ST (30) DW (27) dan OU (23) merupakan SPG sebuah even di Yogyakarta. Sugeng juga mengungkapkan jika pelaku ST sedang mengonsumsi narkoba di indekos. ST, DW dan OU mengaku menggunakan barang haram itu untuk menghilangkan galau.

“Petugas pertama kali mengamankan ST, setelah dilakukan pengembangan, kita dapatkan dua nama lagi yang merupakan teman tersangka. Mereka biasa mengonsumsi narkotika jenis sabu pada saat galau, sedang banyak pikiran dan masalah,” ungkap AKP Sugeng Riyadi.

Dari penggerebekan tersebut juga ditemukan sebuah barang bukti berupa sebuah amplop berisi 1 buah pipet kaca dan potongan plastik bening bekas pembungkus sabu. Selain itu juga botol air mineral ukuran 600 ml yang terdapat dua lubang pada ujung tutup botol, korek gas, sebuah sendok, sedotan warna kuning, sebuah potongan sedotan ukuran besar dan sebuah ponsel Samsung warna putih.

Ketiga SPG itupun dibawa ke pengadilan untuk menjalani sidang lanjutan sesuai dengan peraturan perundang – undangan.
“Tiga tersangka kami jerat Pasal 111 ayat 1, Pasal 127 ayat 1a Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp 8 miliar,” tutup Sugeng.

2. Terlibat Pencurian

Anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/9) melaporkan jika mereka berhasil menggerebek empat pelaku pencurian dan kekerasan bermodus pelacuran online . Keempat tersangka itu diantaranya ada dua Sales Promotion Girl (SPG) berkedok sebagai PSK.  Menurut laporan jika keempat pelaku yang terlibat pencurian itu adalah dua warga Dukuh Kupang, Surabaya yang berperan sebagai PSK yaitu Feni (28) dan Fafa (23). Kemudian Findy (40) warga Jalan Rajawali, bertugas mencairkan isi ATM korban, dan Marfuat (27), warga Margorukun, bertugas menjual perhiasan korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete melaporkan jika kasus pencurian itu bermula melalui aplikasi komunikasi WeChat yang berujung pada kasus penawarkan PSK dengan banderol Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu sekali kencan.

“Dua SPG ini bergantian, jika satunya yang mendapat tugas melayani korban, maka SPG satunya bagian mengantar. Begitu juga sebaliknya. Dan pelaku pura-pura mandi dulu, biar segar sambil menunggu reaksi obat kuat, yang sebenarnya adalah obat bius agar korban pingsan,” kata Takdir di Mapolrestabes Surabaya.

Dan ketika para korban tak sadarkan diri,  pelaku langsung menguras seluruh harta benda korban lalu pergi meninggalkan kamar hotel, dan menemui ketiga rekan-rekannya.

“Jadi empat tersangka ini memiliki peran masing-masing. Dua berperan sebagai PSK, yang dua lagi berperan mencairkan uang di ATM korban dan menjual semua perhiasan korban,” tutup Takdir.

3. Salah Gunakan Seragam Polisi

Kelakuan para SPG yang bikin geleng – geleng ini yakni salah dalam menggunakan seragam polisi.  Sales Promotion Girl (SPG) identik dengan memakai pakaian seksi ketika menawarkan produk. Namun di kota Samarinda ada sebuah kasus dengan ditangkapnya dua SPG yang menggunakan seragam polisi yang mereka gunakan dalam sebuah pameran mobil mewah di salah satu mal di Samarinda.

Dua SPG ini pun harus berurusan dengan polisi lantaran memakai pakaian polisi sangat seksi dengan memperlihatkan pusar mereka.
Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol A Wisnu membenarkan peristiwa tersebut dan kasus ini menjadi salah satu kasus pelecehan terhadap institusi polri dan harus ditindak.

“Benar (ada SPG berpakaian polisi seksi). Itu pelecehan terhadap institusi polri,” kata Wisnu.

4. Nyambi Jadi Pelacur

Dan kelakuan SPG terakhir yang bikin geleng – geleng adalah kelakuan SPG yang memilih nekat melakukan pekerjaan sambilan sebagai pelacur. Sejak dulu profesi sebagai SPG kerap dikaitkan dengan hal negatif.

Kasus SPG yang nyambi jadi pelacur ini diungkapkan oleh pemilik FP agensi, Firnas Prawira (29) , dia mengatakan jika memang ada SPG yang bersedia ‘dipesan’ setelah selesai mengisi acara. Namun, jumlah SPG plus-plus itu jauh lebih sedikit dibanding mereka yang mengedepankan profesionalisme menjadi SPG.

Firnas Prawira mengatakan jika SPG yang bisa dipesan ini akan mendapatkan bayaran sesuai waktu kencan. Nilai itu melonjak dua kali lipat jika sang pemesan ingin membooking SPG satu hari penuh.

“Short time bisa Rp 3,5 juta sampai Rp 5 juta. Biasanya kalau long time Rp 5 juta sampai Rp 10 juta,” ungkap Firnas.

Nah, itulah dia keempat kelakuan SPG yang bikin geleng – geleng.

More From: Menarik