Denjaka Menunjukan Kemampuanya di luar Batas, Tentara AS Sampai Bilang ‘Gila’


epa01195365 Members of Indonesian Navy special forces unit stand guard during a drill around of the venue of the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) in Nusa Dua, Bali, Indonesia, 09 December 2007. Indonesia and the United Nations Convention on Climate Change (UNFCCC) jointly host the 13th Session of Conference of Parties (COP13) to the UN Framework Convention on Climate Change and the third Session of Conference of Parties serving as a meeting of parties to Kyoto Protocol. The sessions are expected to create a roadmap of mechanism and procedure of negotiation to establish a new commitment to the Kyoto agreement, the first phase implementation of which expires in 2012. EPA/MADE NAGI

PASUKAN DENJAKA

Palingseru.com – Untuk urusan kekuatan militer Amerika serikat saat ini masih yang no 1 Pasukan militer mereka di bekali dengan peralatan canggih serta peralatan tempur yang hebat hebat bahkan mereka memiliki beberapa rudal nuklir yang bisa menghancurkan sebuah negara dalam sekejap.

Namun jika menilai kemampuan pasukan ternyata pasukan Indonesia tidak kalah dengan pasukan khusu dari Amerika serikat bahkap pasukan As pernah bilang gila untuk pasukan Indonesia .

Kisah ini dimulai ketika Para penyelam TNI AL menunjukkan kerja keras luar biasa dalam evakuasi korban AirAsia. mereka nekat menyelam di tengah cuaca ekstrem.

Oleh sebab itu, Lieutenant Commander US Navy, Greg Adams, menganggap pasukan penyelam elit TNI Angkatan Laut telah melakukan hal yang ‘gila’.

Atas keberhasilan tim penyelam tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi memberikan penghargaan kepada prajurit TNI yang bertugas dalam operasi pesawat tersebut. Apalagi, katanya, banyak sekali aksi tim penyelam yang dilakukan di luar kebiasaan salah satunya bergantian tabung gas di bawah laut.

“Jadi waktu itu ada prajurit tabung gas nol persen, cuma temannya bergantian. Sehingga mereka melakukan di luar kemampuan manusia,” kata Ade Supandi di Lapangan Komando Armada RI Kawasan Barat, Jakarta, Selasa (24/2).

Sementara, salah satu penyelam Mayor Marinir Profs Dhegratmen membenarkan aksinya dalam melakukan penyelaman saling berbagai tabung gas oksigen. Pasalnya, tabung gas yang dibawa oleh penyelam melebihi batas waktu.


Like it? Share with your friends!