Pasti Kamu Akan Merinding Jika Mengetahui Apa Yang Sebenarnya Terjadi Pada Orang ini Ketika Ia Mati dan Hidup Lagi


12191507_530588717110713_5613297521348076303_n

Palingseru.com – Bertaubatlah kamu setelah membaca kisah dari seseorang yang mengalami mati kemudian hidup lagi atau disebut dengan mati suri. Selama mati suri seseorang ini menyaksikan kesaksian yang akan terjadi kelak pada saat manusia mati.

Ia adalah Aslina yaitu penduduk minggu baru yg mati suri 24 Agustus 2006 dulu. Wanita yang berusia 25 tahun itu memberikan kesaksian atas apa yang dialaminya selama mati suri.

Aslina sejak kecil memang sudah sakit-sakitan. Ia pernah terbakar hingga dirinya harus dioperasi dua kali. Ia juga pernah terkena racun hingga menderita selama 3 tahun. Terakhir ia menderita penyakit gondok yang juga harus dioperasi. Namun, penyakit itulah yang membuatnya mati suri.

Aslina memberikan kesaksiannya dengan mengatakan, ”Mati ialah tentu. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitulah perkataan mulanya untuk memberi kesaksian didepan semua hadirin yg memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru .

Anak yatim itu mengatakan, ”Saya sudah merasakan mati”. Hadirin pun terpaku mendengarnya. “Mati itu sunggu sakit rasanya, ” ucapnya memberi kesaksian. Ia mengatakan bahwa rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti rasa sakit hewan yang kulitnya dilepaskan dari dagingnya. Bahkan lebih sakit katanya. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa) dari kaki kanan saya”, imbuhnya. Waktu itu ia pernah diajarkan pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, aku berzikir”, ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu…” ucapnya.

Kala ruhnya di cabut, Aslina menyaksikan ada beberapa dokter dan juga pamanya serta tubuhnya yang sudah terbujur. Kemudian, ia menceritakan bahwa ada dua orang malaikat yang serba putih mendekatinya  dan mengucapkan Assalammualaikum” pada ruh Aslina. ”Malaikat itu gede, seandainya memanggil, jantung rasanya ingin copot, gemetar,” tutur Aslina mencerita pengalaman matinya.

Kemudian malaikat itu bertanya, “Siapa Tuhanmu, apa agamamu, di mana kiblatmu & siapa nama orangtuamu?“ Ruh Aslina menjawab seluruhnya pertanyaan itu bersama tidak tersendat. Lalu, ia dibawa ke alam barzah, “tak ada teman selain amal,” katanya.

Di alam barzah ruh Aslina melihat satu orang ditemani oleh sosok yg mukanya berkudis, tubuh berbulu & mengeluarkan bau busuk. Bisa Jadi sosok itulah yaitu amal jelek dari orang tersebut.

”Bapak, ibu, ingatlah mati,” ucap Aslina sembari menggandeng hadirin agar segera bertaubat. Lanjutnya, dialam barzah ia digandeng oleh dua malaikat. Kala itu ia ingin bertemu dengan ayahnya, kemudian datang sosok lelaki muda beli yang usianya sekitar 17-20 tahun. Lalu, ia bertanya siapa dia, pria belia itu pun menjawab akulah ayahmu.

Ruh Aslina pun terheran , lantaran ayahnya meninggal pada usia 65 tahun. Nyatanya memang benar, itu adalah ayahnya ruh Aslina. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya & bicara : ”Wahai ayah, janji aku sudah hingga.”

Mendengar ucapan ruh Aslina, ayahnya menangis dan berkata, ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu.” ruh Aslina serta menjawab. ”Saya tidak sanggup pulang, sebab janji sudah sampai”. Ayahnya pun kemudian menunduk dan dua malaikat itu kembali memimpin ruh Aslina.

Ruh Aslina berjumpa dengan wanita yg beramal shaleh yg mukanya bercahaya & wangi. Kemudian, ruh Aslina didudukan di sebuh kursi dan disebelahnya terdapat seseorang wanita yg menutup aurat, wajahnya elegan. Ruh Aslina tanya pada wanita itu. ”Siapa anda?” dulu wanita itu menjawab, ”Akulah (amal) anda.”

Aslian lanjut bercerita, lalu ia dibawa ke lorong tempat orang-orang di siksa. Ia melihat satu orang laki laki yg memikul besi yg amat berat, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak & baunya menjijikkan. Ruh Aslina tanya pada amalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab, “orang tersebut waktu hidupnya gemar membunuh orang”.

Ia melihat lagi ada orang yang kulit & dagingnya lepas. Ruh Aslina tanya kembali kepada amalnya. Amalnya menjawab bahwa manusia tersebut tak sempat shalat.

Ruh Aslina melihat lagi seorang wanita yang dihujam besi ke tubuhnya. Amal Aslina mengatakan itu adalah orang yang suka berzina. Terlihat lagi orang yang saling bunuh membunuh, yaitu orang yang suka bertengkar dan  meneror orang lain. Ada lagi orang yang ditusuk  dengan 80 tusukan, tiap-tiap tusukan terdapat 80 mata pisau yg tembus ke dadanya, dulu berlusiaan darah, orang tersebut menjerit & tak ada yg menolongnya. Orang itu adalah  orang yang senang membunuh. Adapun orang yang dihempas ke tanah  dulu dibunuh. Orang tersebut merupakan anak yg durhaka & tak akan memelihara orang tuanya waktu didunia.

Sampailah ruh Aslina di tengah malam yang gelap, kelam & amat pekat maka dua malaikat & amalnya yg ada disisinya tidak kelihatan. Lalu terdengar suara mengucap : Subhanallah, Alhamdulillah & Allahu Gede. Lalu, ada orang yang mengalungkan sesuatu di lehernya, yang ternyata kalung itu adalah tasbih dengan biji 99 butir. Perjalannnya berlanjut, ruh Aslina melihat tepak tembaga yg sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina tanya kepada amalnya mengenai tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut yakni husnul khatimah.(Husnul khatimah dengan cara literlek berarti akhir yg baik. Merupakan kondisi di mana manusia terhadap akhir hayatnya dalam kondisi berbuat baik).

Lalu, Ruh Aslina mendengar suara adzan, ia pun mengatakan ingin sholat. Lalu dua malaikat itu melepaskannya dan membiarkannya sholat. Kemudian, ia dibawa ke makan Nabi Muhammad SAW. Di sana ia melihat ada tepak emas bercahaya dan mengatakan, ”Tolong kau sampaikan terhadap umat, buat bersujud di hadapan Allah”.

Seterusnya ruh Aslina melihat miliaran manusia dari berbagai macam abad berkumpul jadi satu di satu arena lapang yg amat luas. Kumpulan manusia itu berbicara, ”Cepatlah kiamat, saya tidak tahan lagi di sini Ya Allah”, manusia-manusia itu pula memohon, ”Tolong kembalikan saya ke dunia, saya ingin beramal.”

Begitulah kesaksian Aslina saat ia mati suri. Apa yg di sampaikan Aslina, barangkali bukti yang ditunjukkan Allah pada kita seluruhnya

 


Like it? Share with your friends!