Tahu Gak Kamu 2 Tokoh Komunis ini Ternyata Pahlawan Nasional Indonesia


ini-para-tokoh-komunis-yang-jadi-pahlawan-nasional-indonesia

[ads1]Palingseru.com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November , kini kita akan mengulas sedikit terkait tokoh – tokoh pahlawan yang pernah ikut serta dalam pertempuran di Surabaya yang sudah berjuang melawan pasukan Sekutu Belanda dengan pasukan NICA. Dan tahukah kamu jika ternyata ada 2 tokoh komunis yang ternyata pahlawan Nasional Indonesia.

Tragedi peperangan yang terjadi pada saat itu menyebabkan sejumlah warga Indonesia tewas dan untuk mengenang jasanya mereka dinobatkan sebagai pahlawan Indonesia atau pahlawan Revolusi yang pada saat itu masih dalam era pemerintahan Presiden Soekarno.

Terkait dua tokoh pahlawan Indonesia yang ternyata tokoh komunis itu diantaranya Alimin dan Tan Malaka. Keduanya donobatkan sebagai tokoh komunis pertama yang masuk dalam golongan pahlawan Indonesia.

Alimin dan Tan Malaka ini diangkat sebagai pahlawan Indonesia juga tidak sembarangan. Mereka memiliki surat keputusan yang langsung diberikan oleh Presiden Soekarno.

Untuk  Alimin bin Prawirodirdjo, dianugerahi sebagai pahlawan nasional berdasarkan SK Presiden No. 163 Tahun 1964 tertanggal 26-6-1964. Alimin bisa menjadi pahlawan Indonesia karena sejak remaja dirinya aktif dalam pergerakan nasional. Dia pernah menjadi anggota Boedi Oetomo, Sarekat Islam, Insulinde.

Namun Alimin ini dinyatakan sebagai tokoh komunis karena dirinya sempat berpisah dengan Sarekat Islam, Alimin bersama-sama dengan Semaoen dan Darsono mendirikan Perserikatan Komunis di Hindia (PKH) dan kemudian berganti menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Alimin kemudian dipilih sebagai salah satu pemimpin dalam organisasi tersebut.

Lalu bagaimana dengan Tan Malaka ?

Tan Malaka bisa dinobatkan sebagai pahlawan Indonesia karena pada awal 1926, Alimin berangkat ke Singapura untuk berunding dengan Tan Malaka untuk mempersiapkan pemberontakan melawan Belanda. Namun ternyata pemberontakan itu sudah dimulai pada 12 November 1926. Dia dan Musso ditangkap polisi Inggris.

Akan tetapi, Alimin berhasil keluar dari penjara dan pergi ke Moskow untuk bergabung dengan Komintern. Di sana dia bertemu dengan Ho Chi Minh dan diajak ke Kanton (Guangzhou). Saat itu, ia terlibat secara ilegal mendidik kader-kader komunis di Vietnam, Laos, dan Kamboja untuk melawan penjajah dan merebut kemerdekaan dari jajahan Prancis.

Beruntungnya, Alimin ini berhasil kembali ke Indonesia pada 1946 setelah naskah proklamasi dibacakan. Dia kembali bergabung dengan PKI, sebagai tokoh senior. Sempat menjadi anggota konstituante di era Orde Lama.

Diawal tahun 1950 , Alimin tidak ikut serta lagi dalam PKI karena  DN Aidit mendirikan PKI dan menjadi Ketua Komite Sentralnya tanpa sepengetahuan Alimin.

Dan karena Tuhan sudah membataskan takdir Alimin sehingga dia dinyatakan meninggal pada tahun 1964.


Like it? Share with your friends!