Ini Alasan Kenapa China Gak Berani Kuasai Natuna Dan Menyatakan Natuna Milik Indonesia


antarafoto-south-china-sea-dispute-271015

Palingseru.com – Konflik di Laut China selatan semakin menanas dengan masuknya Amerika yang berani berpatroli dengan kapal perangya di sekitaran laut China selatan, jika konflik ini terus di biarkan bisa saja memicu perang dunia ke 3.

Bahkan ada kabar berita yang menyatakan jika Kepulauwan natuna juga masuk dalam daerah yang diklaim oleh china, sebeagi informasi aja di kawasan natuna itu kaya akan sumber daya alam lho terutama gas dan minyak.

Namun mentri luar negri Indonesia menyatakan jika china tidak pernah mengklaim wilayah natuna dan China telah menyatakan jika Natuna merupakan Wilayah Indonesia.

“Beberapa waktu lalu ada berita soal klaim Natuna. Itu sama sekali tidak benar,” kata Retno dalam keterangannya kepada media massa di Kuala Lumpur, Jumat (20/11/2015).

Kepemilikan Indonesia atas Kepulauan Natuna, lanjut dia, sudah didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan tidak pernah ada keberatan dari pihak mana pun, termasuk Tiongkok.

Sebagai bukti terakhir, Menlu mengutip pernyataan juru bicara Menlu Tiongkok, yang dengan jelas menyebutkan soal kepemilikan Kepulauan Natuna oleh Indonesia. “Ini adalah wilayah Indonesia. Titik,” tegas dia.

Ditambahkannya bahwa penentuan delimitasi, termasuk zona ekonomi eksklusif dan batas kontinental, ditarik dari garis-garis tersebut, karena yang disengketakan antara beberapa negara adalah masalah fitur berupa pulau, atol, bebatuan, dan sebagainya.

“Dalam hal ini Indonesia tidak punya tumpang tindih klaim dengan negara mana pun,” katanya.

Di Natuna, Indonesia mempunyai tumpang tindih batas kontinental dengan Malaysia, namun masalah tersebut sudah diselesaikan dan dicatatkan ke PBB.

Sementara soal tumpang tindih kawasan ZEE dengan Malaysia di barat dan Vietnam di utara, saat ini masih dinegosiasikan. Indonesia dan Malaysia sudah menunjuk utusan khusus untuk mempercepat proses negosiasi.

Sedangkan dengan Vietnam, negosiasi yang sudah lama berhenti telah dihidupkan kembali dan akhir 2015 akan ada pertemuan lagi.

Indonesia mengajak semua pihak untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memantik ketegangan di kawasan, kata Menlu.

Senada dengan Retno, Menkopolhukam Luhut Panjaitan mengatakan bahwa Indonesia mengedepankan dialog dalam mengatasi masalah tersebut.

“Soal ”nine-dash line, kami sepakat bahwa kebebasan pelayaran, ‘code of conduct’ mengemuka. Namun kita ingin mengedepankan dialog untuk mengatasi masalah itu,” katanya.

Luhut menambahkan bahwa Indonesia telah merencanakan kerja sama eksplorasi di ladang potensial energi di Natuna, namun rencana itu ditunda karena harga gas turun. (Rimanews)

More From: HOT ISU