Ini Bahayanya Jika Kamu Mandi Dan Minum Air Hujan


kuman-bakteri_20151202_123852

palingseru.com – Bulan ini memang sudah memasuki musim hujan. Pemandangan sejumlah anak-anak mandi di luar rumah pun tiba. Bagi mereka mandi hujan adalah kegiatan yang seru. Namun berbagai penyakit seperti flu dan batuk pun sudah mengahampiri mereka.

Hal ini bisa terjadi karena terjadinya penurunan daya tahan tubuh anak setelah kedinginan akibat hujn-hujanan. Tapi hal ini mungkin sudah biasa didengar. Tapi tahukah kamu, ada hal yang penting untuk membersihkan tubuh setelah hujan-hujanan.

Hal ini harus dilakukan lantaran air hujan itu ternyata mengandung bermacam-macam kuman dan kotoran.

Menurut beberapa studi terkait komposisi kimiawi air hujan yang jatuh secara langsung maupun yang mengalir lewat atap telah memperoleh adanya kontaminan kimia, spora (hasil perkembangbiakan yang nantinya menjadi suatu organisme) bakteri dan jamur, debris atau kotoran dari makhluk hidup yang mengalami pembusukan, serta polutan kimia.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Evans CA, dkk terhadap air hujan, ditemukan bahwa rata-rata jumlah kuman (dari berbagai jenis) yang terdapat dalam air hujan mencapai 1.362 bakteri per sampel air hujan.

Salah satu jenis bakteri diantaranya adalah Coliform atau bakteri yang berasal dari feses atau kotoran. Selain itu ditemukan juga jenis-jenis bakteri yang bersifat airborne atau bakteri yang ditularkan melalui udara di air hujan. Bakteri ini bisa menyebabkan infeksi saluran pernafasan.

Dari kepustakaan lain menemukan, bahwa air hujan mengandung kontaminan biologis (makhluk hidup) berupa bakteri, alga, jamur, dan virus. Bakteri ini merupakan bakteri yang berperan utama dalam pembusukan berbagai bahan organik (berasal dari makhluk hidup) misalnya dedaunan, pohon, dan lain-lain.

Akan tetapi tidak semua bakteri di dalam air hujan tersebut bisa menyebabkan penyakit. Namun bila sudah terkontaminai dengan bahan-bahan yang berasal dari kotoran yang berada di atas atap, maka air hujan tersebut bisa terkontaminasi bakteri Coliform.

Jadi, air hujan yang bersentuhan dengan atap kemungkinan terkontaminasi bakteri akan lebih tinggi. oleh sebab itu, bersihkanlah tubuh kamu dengan sabun bila terkena air hujan. Namun, tak jarang juga sebagian masyarakat menggunakan air hujan untuk tujuan diminum dan untuk mengolah makanan.

Hal ini ternyata masih kurang dipahami oleh sebagian masyarakat terkait kandungan kuman yang ada pada air hujan. Sebaiknya hindarilah penggunaan air hujan terutama air yang dialirkan dari atap rumah. Air hujan memang terlihat jernih dan bersih, namun bisa saja air hujan tersebut sudah terkontaminasi bakteri dan kuman-kuman lainnya.


Like it? Share with your friends!