4 Golongan Pria Calon Penghuni Neraka, Apa Kamu Masuk Salah Satunya


 

Golongan Pria yang Masuk Neraka

palingseru.com – Jika dalam sebuah hadist Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, bukan berarti para pria bisa tenang begitu saja. Sungguh ada golongan pria yang harus menderita di neraka karena mengabaikan tanggungjawabnya terhadap wanita.

Berikut ini golongan pria yang akan masuk neraka karena tidak menjalankan kewajibannya dan mengabaikan tanggungjawab:

1.Ayah Durhaka

Golongan pria pertama yang masuk neraka adalah ayah yang tidak bertanggungjawab terhadap anak-anaknya. Terutama ayah yang tidak peduli dengan pakaian anak-anaknya, membiarkan auratnya terbuka sehingga menjadi pandangan umum, dan seorang ayah yang membiarkan anaknya pergi berdua-duaan dengan lelaki lain yang jelas bukan muhrimnya.

Para pria seperti ini disebut dayyus, dayyus termasuk terancam orang yang tidak masuk surga. Ada tiga golongan yang Allah haramkan surge atas mereka adalah pecandu khamr, durhaka kepada orang tua dan dayus, yaitu orang yang tidak cemburu ketika bermaksiat orang bermaksiat dengan keluarganya. (HR Ahmad)

2.Suami yang Dzalim

Golongan kedua yang akan menjadi penghuni neraka yaitu suami yang durhaka dan dzalim kepada istrinya. Istri adalah amanah yang dititipkan walinya kepada seorang pria yang bernama suami. Wali wanita itu tentu mau melepaskan anak, saudara mereka karena mereka yakin suaminya dapat menjaga anak dan saudara mereka dengan baik.

Karena berbuat baik kepada wanita sudah menjadi perintah yang jelas ditegaskan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam kitab dan sunnah.

….Dan bergaullah dengan mereka secara baik, kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kepadanya kebaikan yang banyak. (Q.S Annisa:19)

Hal berbuat baik itu seperti baik dalam bertutur kata, baik memperlakukannya, tidak bermuka masam ketika bertemu, dan baik dalam menafkahi. Selain itu, suami juga diminta untuk bersabar dan menerima kekurangan dari istrinya.

Jika suami memerlakukan istri secara tidak baik maka nerakalah tempatnya. Terlebih lagi suami kikir terhadap istrinya.

3.Saudara Laki-Laki yang Tidak Bertanggungjawab

Golongan laki-laki yang tidak masuk surga adalah saudara laki-laki, sebab jika ayahnya telah tiada, tanggungjawab menjaga seorang wanita adalah saudara lelakinya. Termasuk dalam hal ini paman, jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja, sementara adik atau keponakannya dibiarkan jauh dari ajaran Islam, maka tunggulah ancaman neraka di akhirat kelak.

Saudara laki-laki memiliki kewajiban yang harus dilaksanakannya terhadap saudara-saudara perempuannya. Mulai dari mendidik, menyayangi, melindungi, dan membela mereka. Jika ayah telah wafat, maka saudara laki-laki berperan sebagai pengganti ayah, wajib memberikan nafkah kepada saudara perempuan yang belum menikah atau yang menjanda jika mereka tidak mampu.

Namun, saudara perempuannya juga wajib untuk mentaati dan menghormati saudara laki-lakinya. Jika saudara laki-laki telah menelantarkan saudara perempuannya, maka ia telah durhaka kepada orangtuanya. Tidak hanya itu saja, saudara laki-laki juga dituntut untuk menjaga harta saudara perempuannya, jangan malah mengkhianatinya dengan merampas hartanya. Ia juga tidak boleh menghalang-halangi jika ada orang baik yang melamar saudarinya.

4.Anak Laki-laki yang Tidak Merawat Orangtuanya

Golongan pria keempat yang masuk neraka karena gagal menjalankan tugasnya adalah anak laki-laki. Inilah pesan Rasulullah SAW dalam sabdanya:

“Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah lalu bertanya, Wahai Rasulullah siapakah orang yang palign berhak aku pergauli  dengan sebaik-baiknya?”Sabdanya, “Ibumu” Ia lalu bertanya “kemudian siapa ?” Sabdanya “Ibumu” “kemudian siapa lagi?” Sabdanya “Ibumu”, “Kemudian siapa lagi”, Sabdanya “Ayahmu” (HR. Muslim).

Secara khusus, Islam menekankan hak ibu terhadap laki-laki kandungnya, mengapa terhadap anak perempuan kandungnya tidak. Karena setelah anak perempuan menikah, Ia lebih berkewajiban mentaati suaminya dibanding Ibunya, sedangkan anak laki-laki meski sudah menikah, tidak mengurangi kewajibannya untuk berbakti kepada orangtuanya.

Berbakti kepada Ibu harus lebih diutamakan disbanding istrinya. Jadi, pengabdian anak laki-laki tidaklah ada putusnya kepada Ibu kandungnya. Laki-laki tidak hanya wajib menafkahi istri dan anaknya saja, ia juga wajib menafkahi dan memperhatikan kehidupan ibu kandungnya sehari-hari. Terlebih lagi, jika Ibunya tidak mampu, maka kewajiban menafkahinya juga menjadi tanggungjawabnya.

Untuk itu, seorang istri juga harus menyadari bahwa kewajiban suaminya juga terhadap Ibu kandungnya. Akan lebih baik lagi sang istri mendorong agar suami lebih berbakti kepada Ibunya. Jika hal ini tidak dilakukan sebagaimana mestinya, maka siksa dunia dan nerakalah yang didapatinya.

More From: Taukah Kamu