Ini 8 Penyebab Kenapa Sudah Pakai Alat Kontrasepsi Masih Bisa Hamil


8-sebab-mengapa-alat-kontrasepsi-bisa-jebol

palingseru.com – Kamu pasti akan merasa kaget jika kamu positif hamil padahal kamu sudah memakai alat kontrasepsi. Keluhan seperti ini memang sudah banyak dialami beberapa pasangan. Perlu kamu ketahui, alat kontrasepsi tidak menjamin 100% tidak terjadi kehamilan. Karena ada beberapa penyebab yang membuat alat kontrasepsi tersebut tidak bekerja sesuai harapa kamu.

Apa saja sih penyebab yang membuat alat KB itu tidak berfungsi? Berikut penyebabnya:

1.Kamu sedang minum Rifampisin

Rifampisin adalah jenis antibiotik spectrum luas. Antibiotik ini dapat menganggu kerja alat KB berbasis hormon seperti pil, patch, dan cincin vagina. Jadi tanyakanlah lebih detailnya kepada dokter kandungan mengenai interaksi antara obat atau suplemen yang kamu minum dengan alat KB pilihan kamu.

2.Salah memilih pelumas

Kebanyakan pasanganyang ingin melakukan hubungan seks menggunakan pelumas. Padahal pelumas berbahan dasar minyak seperti Vaseline (lotion tubuh yang mengandung minyak mineral) dapat merusak kondom lateks hanya dalam hitungan 60 detik. Jadi, ada baiknya kamu memilih pelumas berbahan dasar air atau silicon jika kamu tidak ingin hamil.

3.Kamu tidak berhati-hati dengan kuku panjang kamu

Kamu harus perlu tahu, bahwa kuku yang panjang dan lancip dapat mengoyakkan kondom. Meskipun lubang tersebut hanya keci, tetap saja dapat menggagalkan program tunda kehamilan kamu.

4.Tidak konsisten

Jika kamu tidak konsisten dalam meminum pil, maka program tunda momongan kamu akan gagal. Sebaikna kamu minum pil setiap hari dengan konsisten selama tujuh hari sambil menggunakan alat kontrasepsi lain misalnya kondom, setelah itu barulah semua kembali normal.

5.Tidak mengeksplorasi

Penyebab alat kontrasepsi tidak berjalan sesuai harapan adalah kebiasaan lupa minum pil sesuai jadwal serta tak suka menggunakan kondom. Maka dari itu, kamu harus mengeksplorasi pilihan-pilihan alat KB lainnya, missal KB implan atau intraurin karena alat tersebut tidak mengharuskan kamu minum pil setiap hari.

6.Memilih pil yang salah

Beberapa orang sering memilih pil yang salah. padahal setiap pil memiliki efek yang berbeda-beda. Jika kamu sedang menyusui, memiliki gangguan jantung, migraine, atau kondisi medis lainnya, sebaiknya memilih pil mini atau pil progestin.

7.Salah kondom

Kondom ada bermacam-macam ukuran. Salah ukuran saja maka dapat menimbulkan masalah. Seperti kamu memilih kondom yang teralu kecil, maka kerobekan akan mudah terjadi. Selain itu, kondom yang terbuat dari bahan polyurethane juga lebih mudah robek dibandingkan kondom dari bahan lateks. Jadi, kamu harus lebih teliti lagi dalam memilih kondom.

8.Tidak punya metode cadangan

Jika kamu menggunakan pil kombinasi di luar waktu, maka kamu perlu metode cadangan di tujuh hari pertama. Pil progestin memerlukan metode cadangan seperti kondom dalam waktu 48 jam setelah konsumsi pertamanya. Namun, jika kamu menggunakan metode implan, kamu tak memerlukan metode cadangan.

More From: Sehat