4 Wanita Militan Paling Sadis Sedunia. Lihat dah Aksinya


empat-militan-perempuan-paling-sadis-sedunia

palingseru.com – Siapa yang tak kenal kekejaman para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ini bahkan kelakuan mereka kini semakin sadis.

Ternyata tidak hanya anggota militan ISIS laki-laki yang sanggup berbuat kejam, seperti tindakan mutilasi, menebar terror, hingga merekrut jihadis. Militant wanita ISIS juga diberitakan siap melakukan aksi serupa tanpa ragu-ragu.

Untuk itu, merdeka.com telah merangkum beberapa aksi kejam wanita militan ISIS.

1.Wanita ini disebut sebagai tokoh polisi syariah ISIS

empat-militan-perempuan-paling-sadis-sedunia

Jihadis perempuan asal Inggris dikabarkan mengoperasikan pasukan polisi syariah yang akan menghukum kaum wanita melakukan tindakan tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (8/9/2014), Brigade al-Khanssaa adalah satu-satunya milisi perempuan dibentuk Negara Islam, dulu dikenal sebagai ISIS, di Raqqa, Suriah, dengan tokoh kuncinya diyakini sebagai Aqsa Mahmood, 20 tahun, dari Glasgow, Skotlandia, yang melarikan diri ke negara itu pada tahun lalu.

Akademisi dari King College London telah mengidentifikasi tiga wanita Inggris lainnya sebagai anggota kelompok itu, dan mengatakan ada sekitar 60 wanita asal Inggris telah pergi ke Suriah untuk berjihad.

Seorang jurnalis asal Amerika Serikat, James Foley dan Steven Sotloff diyakini keduanya telah dipenggal di padang pasir dekat Raqqa, dan karena itulah wanita asal Inggris di Bridge al-Khanssaa bisa tahu siapa yang membunuh mereka.

Seorang peneliti dari Pusat Internasional untuk Penelitian Radikalisasi di King College, Melanie Smith mengatakan kepada wartawan Robert Mendick dan Robert Verkaik dari koran the Sunday Telegraph, “Al-Khanssaa adalah brigade polisi hukum syariah. Ini adalah penegak hukum ISIS dari kaum perempuan.”

“Kami pikir kelompok itu terdiri dari campuran wanita asal Inggris dan Prancis tapi akun media sosialnya dijalankan oleh warga Inggris dan ditulis dalam bahasa Inggris,” jelas dia.

“Mengingat betapa kecil jaringan komunitas mereka, yang kita tahu ada sekitar 500 jihadis laki-laki asal Inggris di luar sana, bukan tak mungkin wanita ini bergerak dalam lingkaran yang sama sebagai pembunuh Foley dan Sotloff,” tambah Melanie.

2.Perempuan militan ini pimpin penyanderaan di Kenya

2

Pada Maret 2012, Samantha Lewthwaite, 29 tahun, dilaporkan menyeberang dari perbatasan Kenya ke Somalia. Dia diketahui masuk Islam saat usianya 15 tahun dan kemudia menikah dengan Lindsay pada 2002. Samantha yang dijuluki ‘Janda Putih’ ini merupakan istri dari pengebom bunuh diri pada peristiwa bom bunuh diri di kereta bawah tanah di Ibu Kota London, Inggris pada 7 Juli 2005.

Berdasarkan laporan dari surat kabar the Daily Mail, Senin (23/9), bahwa ada seorang tentara mengatakan seorang wanita berkulit putih yang mengenakan jilbab sedang berteriak-teriak memerintahkan pria bersenjata dalam bahasa Arab di tengah penyerbuan mal itu.

Kelompok al-Shabaab yang menyandera pengunjung mal itu mengatakan dalan akun Twitter mereka yang telah ditutup, dua warga Inggris dari London, Liban Adam, 23, dan Ahmad nasir Shirdoon, 24, berada di antara pejuang suci dalam penyerangan itu.

Kelompok itu dilaporkan sangat teroganisir, membawa amunisi dalam jumlah banyak, dan dilengkapi peralatan tempur malam hari. Mereka juga sudah menghancurkan sejumlah kamera pengintai (CCTV) di dalam mal.

3.Seorang pelaku serangan Teror Paris diketahui perempuan

3

Seorang wanita bernama Hasna Ait Boulahcen berusia 26 tahun diketahui merupakan salah satu pelaku Teror Paris. Hasna rupanya sepupu dari dalang terror Paris, Abdul Hamid Abu Aud. Namun, fakta mengejutkan terungkap mengenai Hasna adalah saudara kandungnya sendiri, Youssouf Ait Boulahcen.

Meski mereka anggota militan ISIS, tetapi perempuan yang awalnya diduga kekasih Abdul Hamid ini tidak pernah membaca kitab suci Al-Qur’an.

“Dia tidak tertarik dengan agama, tidak pernah membaca Alquran, dan baru mulai mengenakan hijab sebulan lalu,” terang sang kakak, seperti dilansir dari Daily Mail, Jumat (20/11).

Hasna tewas dalam drama baku tembak dengan para tersangka pelaku teror Paris di Saint Denis. Dia tewas dengan meledakkan diri menggunakan rompi bom.

Sebelum meledakkan dirinya, dia sempat meminta tolong.

Dalam baku tembak yang berlangsung lebih dari dua jam itu, polisi menggunakan granat dan melemparkan 5.000 peluru. Selain Hasna, Abdul Hamid Abu Aud juga tewas dalam serangan tersebut.

4.Militan perempuan ini mutilasi ibu menyusui di luar rumah

4

Al-Khansa, militan perempuan kelompok teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) tak kalah kejam dari rekan prianya. Dengan tega kelompok wanita ISIS ini menghabisi nyawa ibu menyusui anaknya, bahkan sampai memutilasinya.

Ceritanya bermula dari sang ibu yang menyusui anak laki-lakinya lalu dianggap melanggar syariat karena melakukannya di luar rumah. Wanita itu tidak diampuni walaupun menutupi bayinya yang sedang menyusui dengan cadar yang digunakan. Seorang anggota Al-Khansa yang melihat menganggap yang dilakukan si wanita itu perbuatan dosa dan menjatuhkan hukuman barbar baginya.

Ibu malang ini terpaksa harus meregang nyawa di tangan para ‘polisi Islami’ kelompok teror itu.

“Polisi wanita ISIS mengambil bayinya dan memberikannya pada wanita lain. Mereka kemudian membunuh si ibu,” kata seorang saksi mata, Aisha, seperti dilansir dari Tabloid Mirror, Selasa (29/12).

Para militan perempuan ini mengenakan jubbah panjang berwarna hitam, lengkap dengan penutup kepala dan cadar. Tak satupun bagian tubuh mereka yang terlihat.


Like it? Share with your friends!