Ini Dia 5 Razia Unik yang Pernah ada di Indonesia Yuk Lihat


index

[ads1]Palingseru.com – Di Indonesia Razia merupakan salah satu hal yang sering terjadi dengan tujuan menertibkan sebuah peraturan yang telah di buat oleh pemerintah. Membicarakan soal rajia berdominan dengan rajia lalu lintas untuk mentertibkan peraturan lalu lintas sesuai dengan kebijakan hukum.

Rajia di Indonesia ini juga terdiri dari beragam jenis mulai dari rajia lalu lintas hingga rajia rambut gondrong sehingga rajia di Indonesia ini banyak yang terbilang unik.

Beberapa razia yang terbilang unik ini pun seakan tidak masuk akal bahkan rajia ini memicu kontroversi yang akhirnya menyebabkan kericuhan.

Dan seperti yang dilansir dari Tribunnews.com, inilah dia 5 razia yang pernah ada di Indonesia. Yuk, lihat bersama !

1. Razia Rambut Gondrong

Salah satu razia unik yang ada di Indonesia yakni rajia rambut gondrong. Salah satu operasi Tertib diselenggarakan oleh Garnisun Jakarta Raya dengan merazia kendaraan dan warga yang berambut gondrong pada awal Desember 1966. Pelaksanaan razia ini berlangsung di sejumlah jalan yang ramai di Ibu Kota, diikuti dengan pengguntingan rambut gondrong yang dewasa ini (pada 49 tahun silam) digemari anak muda.

Razia rambut gondrong ini lantaran rambut gondrong ”tidak mengenal keindahan dan keberesan”. Rambut gondrong itupun  dilakukan di tengah jalan oleh petugas Garnisun yakni sebuah organisasi militer yang bertugas pokok menegakkan hukum, disiplin dan tata tertib di wilayah TNI, terutama prajurit TNI dan PNS TNI, tetapi pada zaman orde baru (orba), Garnisun turun juga untuk merazia warga sipil atas pemerintahan Soeharto.

2. Razia Orang Gendut

Rajia paling unik yang ada di Indonesia juga salah satunya adalah rajia orang gendut yang juga terjadi pada pemerintahan Soeharto sampai pada akhir 1973. Razia orang gendut ini pada awalnya dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa dan aktivis di Bandung. Menurut aktivis Malari, Hariman Siregar, razia perut gendut digelar sebagai langkah ejekan kepada Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, Jenderal Soemitro, yang berbadan tambun.

3. Razia Celana Jeans Ketat

Razia celana jeans ketat ini juga merupakan salah satu rajia yang juga pernah terjadi di Indonesia. Rajia celana jeans ketat ini dilakukan pada Oktober 1973, dalam sebuah acara di TVRI, Jenderal Soemitro.

Penggelaran rajia jeans ketat ini dilakukan oleh sejumlah TNI . Menurutnya kebijakan razia rambut gondrong ini diterapkan oleh Orba , dimana sejumlah aparat keamanan dari polisi hingga serdadu ikut memperhatikan dandanan anak muda.

“Anak muda gondrong cenderung bersikap onverschillig atau acuh tak acuh,” kata Soemitro.

Dalam pelaksanaan rajia celana jeans ketat ini dilakukan dengan memeriksa keketatan celana anak muda, aparat polisi maupun ABRI akan meminta para anak gaul zaman itu untuk melepas celananya.

4. Razia Jomblo

Rajia paling unik yang ada di Indonesia adalah rajia jomblo. Bagi kamu yang belum punya pasangan hati – hati ya kenak rajia. Ternyata rajia orang jomblo ini telah ada pada tahun 1970an dimana anak-anak kekinian justru lebih galau pada status mereka yang tidak punya pacar.

Sejak rajia jomblo ini dilakukan , anak muda pun jadi gampang sedihan, baper (bawa perasaan) hingga membuat para jomblo tidak mau menampakan dirinya di sosial media. Sebab sosial media ini yang membuat mereka suka galau sendiri.

 5. Razia Keperawanan

Dan salah satu rajia paling unik yang ada di Indonesia yakni rajia keperawanan. Rajia keperawanan ini terjadi saat munculnya film berjudul “Pernikahan Dini ” . Film itu menggambarkan maraknya seks bebas di kalangan pelajar yang juga mengarah ke pernikahan akibat “kecelakaan” alias Married by Accident.

Sejak maraknya kasus kehamilan di luar nikah itulah pemerintah Indonesia menerapkan rajia keperawanan.  Rajia keperawanan ini dilakukan dengan cara menerapkan tes keperawanan, yakni bagi para siswi yang mau masuk ke SMA.

Dan menanggapi adanya tes keperawanan bagi siswa SMA yang kabarnya kontoversial itu, guru Pendidikan Kewarganegaraan dan sekaligus Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan kalau ia menolak keras pemberlakuan itu karena bisa memicu kontroversi besar.

Nah, itulah dia kelima rajia unik yang ada di Indonesia.


Like it? Share with your friends!