Ini 4 Hal yang Dilakukan Indonesia Agar Saudi dan Iran Mau damai


menlu-retno-ditunjuk-sebagai-utusan-khusus-oleh-presiden-jokowi-rev1

[ads1]Palingseru.com – Negara Arab Saudi dan Iran saat ini sedang mengalami perseturuan yang memanas akibat sejumlah konflik. Perseturuan kedua negara itu berawal ketika dieksekusinya seorang ulama Syiah, Syekh Nimr Baqir al-Nimr oleh Saudi pada 2 Januari lalu. Iran, mayoritas warga Syiah marah atas apa yang dilakukan Negeri Petro Dolar itu.

Dan karena merasa tidak terima, warga Syiah Iran berunjuk rasa di depan Kedutaan Arab Saudi di Iran. Kemarahan warga Syiah memuncak sampai akhirnya gedung tersebut dibakar. Perseturuan itupun ternyata semakin berlanjut hingga menyebabkan sejumlah kekacauan di Teluk Persia.

Melihat kedua negara ini pecah belah , Indonesia, sebagai negara sahabat kedua negara bersedia menjadi penengah masalah tersebut.  Dan baru Рbaru ini dikabarkan jika Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi telah berusaha untuk mendamaikan kedua negara itu.

Bahkan sudah ada banyak hal yang akan dilakukan Indonesia agar Arab Saudi dan Iran mau berdamai. Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia ulasannya :

1. Presiden Jokowi Telepon Petinggi Iran dan Arab Saudi

Salah satu ha yang akan dilakukan Indonesia agar Arab Saudi dan Iran mau berdamai yakni Presiden Jokowi akan menelepon petinggi Iran dan Arab untuk mendinginkan suasana kedua negara itu. Komunikasi Presiden Jokowi itu pun didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk berperan aktif dalam upaya damaikan konflik Saudi dan Iran.

“Semua menghendaki bahwa memang seharusnya konflik itu diredakan, ditiadakan. Dan Indonesia memang harus melakukan upaya dan ini yang terus sedang dilakukan oleh presiden, melakukan komunikasi baik dengan para petinggi Saudi maupun petinggi di Iran,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di Istana, Jakarta.

Dalam hal ini , presiden Jokowi akan berupaya keras bagaimana konflik Iran dan Arab bisa diminimalisir, syukur-syukur bisa berakhir. Dikabarkan jika Presiden Jokowi akan menggunakan berbagai pendekatan dan lobi-lobi yang salah satunya dengan cara menggelar pertemuan atau semacam konferensi pemimpin-pemimpin negara Islam untuk membahas agar konflik Iran-Arab.

2. Menlu Retno Cari Solusi Bersama Rusia dan OK

Agar perseturuan Arab Saudi dan Iran berakhir , Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi terus berusaha mencari solusi untuk mendamaikan kedua negara tersebut yakni dengan menelepon Rusia dan Organisasi Islam Internasional (OKI).

“Bertukar pendapat merupakan salah satu cara berdialog yang baik. Menlu Indonesia berpikir dengan berdialog, solusi untuk meredakan ketegangan yang timbul beberapa hari terakhir di Teluk Persia bisa berakhir,” tulis Kemlu Rusia dalam pernyataan pers.

Tak hanya itu saja, Menlu Retno juga berusaha menghubungi negara Arab Saudi dan Iran. Dalam komunikasi tersebut, Indonesia meminta kepada para pihak untuk menahan diri agar situasi tidak semakin buruk. Indonesia juga menekankan, lanjut Retno, pentingnta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

“Indonesia secara proaktif telah melakukan komunikasi dengan berbagai negara dan organisasi. Diantaranya dengan Arab Saudi, Iran, Malaysia, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, Rusia, dan Sekjen OKI,” ucap Menlu Retno dalam pidato tahunan pertama di Gedung Nusantara, Kemlu, Jakarta, Kamis (7/1).

3. Indonesia Menawarkan Diri Menjadi Mediator

Selain menjalin komunikasi yang baik terhadap kedua negara berseteru yakni Arab Saudi dan Iran, Indonesia juga akan menawarkan diri menjadi mediator yakni membantu upaya penyelesaian masalah kedua negara secara damai seperti yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri di Gedung Kemlu. Beruntungnya , tawaran Indonesia ini disambut baik oleh Duta Besar Iran di Indonesia Valiollah Mohammadi.

4. Menlu Retno di Tunjuk Sebagai Utusan Khusus Oleh Presiden Jokowi

Dan upaya terakhir Indonesia agar Arab Saudi dan Iran berdamai ini sudah diatur sebaik mungkin dimana Presiden Jokowi telah mengutus Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi sebagai orang paling khusus untuk menangani konflik Iran dan Arab Saudi yang telah dibenarkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Dalam laporannya , Presiden Joko Widodo mengatakan akan mengirim utusan khusus untuk menjadi mediator dalam konflik Iran dan Arab Saudi.

“Sebagai utusan khusus nanti saya sampaikan setelah akan berangkat, tapi secepatnya mungkin berangkat hari Senin, Selasa atau bisa lenih cepat, tapi saya minta secepatnya juga. Saya kirim utusan khusus sehingga bisa berbicara langsung,” ucap Presiden, seperti yang dilansir dari Merdeka.com (11/1).

Nah, itulah dia keempat hal yang akan dilakukan Indonesia agar Arab Saudi dan Iran berdamai.


Like it? Share with your friends!