Hina TNI Takut Dengan Teroris, Polisi ini Akhirnya Dapat Akibatnya


ulah-bripda-andrianto-sindir-tni-berbuah-penahanan

Palingseru.com – Sejak terjadi teror bom dan baku tembak di Starbucks Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, ada banyak akun yang mengutarakan komentar mereka mengenai kejadian itu di media sosial.

Salah satunya adalah anggota polisi Sabhara Polres Toraja, Sulawesi Selatan, Bripda Andrianto. Ia mengutarakan kebanggaannya kepada para anggota polisi yang berani, cepat dan sigap melumpuhkan para pelaku teror bom itu.

Dalam akun media sosialnya ia mengatakan keberanian polisi menghadapi para teroris tersebut. Namun, yang tidak mengenakan dia malah mendiskreditkan institusi TNI. Dia menyebut TNI penakut menghadapi teror Thamrin.

Sontak hal ini membuat netizen menjadi heboh, bahkan melaporkan ke atasannya karena kelakuan Bripda Andrianto yang kurang baik itu.

Kapolres Toraja, AKBP Arief Satriyo pun tidak tinggal diam setelah mendapatkan laporan tersebut. Ia memanggil tersangka untuk menghadapnya secara langsung.

“Karena ketidaktahuan, ketidakpahaman anggota ini, meng-upload begitu saja komentar mendiskreditkan rekan TNI. Anggota ini tidak menyadari akan efeknya ke depan. Saya langsung perintahkan menghadap dan saya sendiri yang hukum. Dan yang bersangkutan sudah minta maaf,” kata AKBP Arief Satriyo, seperti dilansir Merdeka.com.

Wakapolda Sulsel, Brigjen Polisi Gatot Edy Pramono minta maaf, setelah mengetahui tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh anak buahnya itu. Ucapan minta maafnya itu ia sampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam VII/Wirabuana di Makodam VII/Wirabuana di Jl Urip Sumoharjo, Makassar.

Akibat tindakannya yang memalukan itu, Bripda Andrianto mendapatkan hukuman. Dia ditahan di Mapolda Sulsel untuk selanjutnya akan menjalani sidang disiplin.

Bripda Andrianto sendiri pun sudah meminta maaf didepan peserta Rapim Kodam di Makassar.

More From: Berita Menarik