Ngeri Perampok Ini Lari Dengan Tangan yang Terputus


tangan-pelaku-tertebas-sang-penjaga-toko-hingga-terputus_20160212_171032

palingseru.com – Sebuah kejadian mengerikan yang terjadi di Malaysia pada Rabu (3/2/2016). Di mana, seorang penjaga toko menebas tangan seorang pencuri sampai putus. Hal tersebut terpaksa dilakukannya karena nyawa ibunya tengah berada di bawah ancaman parang si perampok.

Berdasarkan laporan dari The Star, penjaga toko yang tak mau disebutkan namanya itu berhasil meraih sebuah pisau dan mulai menebasi tangan salah seorang dari dua perampok. Salah satunya mengarahkan sebuah parang ke arah  ibunya yang berusia 59 tahun, sebagaimana dilansir dari Stomp, Kamis (11/2/2016).

”Para perampok ini mengenakan helm sepeda motor saat mereka menerobos masuk. Salah seorang dari mereka menempelkan pisaunya di pinggangku dan yang lainnya mengarahkan parangnya ke arah ibuku,” kata pria berusia 34 tahun itu.

Melihat itu, penjaga toko tersebut langsung mengambil pisau dan menebas pelaku dan kemudian meneriaki kedua perampok tersebut.

Sang penjaga toko itu mengatakan bahwa dia tidak sadar sudah menebas tangan perampok itu.

”Aku tak sadar dengan apa yang sudah terjadi hingga akhirnya warga yang melintas mengatakan kepadaku kalau ada tangan yang tergeletak sejauh lima kaki di luar tokoku,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, penjaga toko itu mengalami luka sobek ringan di tangan kirinya dan jempolnya. Dan ternyata kejadian itu tak selesai sampai di situ.

Dua jam setelah perampokan, pelaku langsung mendatangi Rumah Sakit Sultan Abdul Halim, yang berjarak 30 kilometer dari lokasi kejadian. Mereka mengatakan kepada polisi di RS kalau mereka adalah korban perampokan.

Namun kebohongan mereka berhasil diketahui oleh pihak berwajib. Polisi pun langsung menahan perampok yang terputus tangannya itu. Sementara yang satunya berhasil melarikan diri saat dirinya sadar kalau kebohongan mereka diciumi oleh polisi.

Kepala polisi Distrik Kulim, Supt. Abdullah Arshad, mengatakan bahwa sang pemilik toko sudah melaporkan ke polisi sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

”Tentu saja, kami tak semudah itu percaya dengan apa yang mereka katakan. Cerita mereka banyak kejanggalannya,” pungkas Supt. Abdullah.

More From: Berita Menarik